Peristiwa

Home Industri Kripik Singkong di Mojokerto Ludes Terbakar

Kebakaran di home industri kripinh singkong di Dusun Bareng, Desa Talok, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah home industri kripik singkong di Dusun Bareng, Desa Talok, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Kamis (5/11/2020) ludes terbakar. Kebakaran diduga tungku penggorengan kripik di bagian dapur masih belum mati saat ditinggal para pekerja pulang.

Api terlihat oleh pemilik home industri sendiri sekira pukul 22.00 WIB. Api terlihat membesar dari salah satu tungku penggorengan kripinh singkong. Home industri kripik singkong ‘Barokah’ milik Duan (65) tersebut berada tepat di belakang rumah.

“Saya ke belakang, mau makan karena dari pagi memang belum makan sekalian mengecek tempat usaha kripik saya yang ada di belakang rumah. Saya lihat api sudah membesar dan saya langsung meminta bantuan warga,” ungkap pemilik home industri kripik singkong, Duan (65).

Sementara itu, salah satu warga sekitar, Andi (35) menuturkan, jika ia mengetahui jika home industri kriping singkong milik Duan terbakar setelah pemilik berteriak minta tolong. “Saya sedang tidur kemudian dengar Pak Duan minta tolong. Saya kemudian keluar rumah,” katanya.

Andi pun mencari sumber suara dan melihat kobaran api menyala di home industri kripinh singkong milik Duan. Saat ia dan warga langsung ke lokasi kebakaran, lanjut Andi, api sudah membesar. Ia dan warga sekitar kemudian membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

“Saya dan warga langsung mengambil alat-alat seadanya untuk membantu memadamkan api. Kalau rumahnya ya persis di depannya, tidak sampai kebakar. Cuma ada jarak ruangan sedikit tempat menyimpan kripik yang sudah digoreng. Tidak lama petugas PMK datang ke lokasi,” jelasnya.

Dua unit mobil pemadam kebakaran (PMK) milik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Mojokerto tiba di lokasi dan langsung memadamkan api. Hingga Jumat (6/11/2020) dini hari, petugas masih melakukan pembasahan di dapur produksi kripik singkong yang diketahui sudah beroperasi selama kurang lebih 20 tahun itu.

Hingga kini, petugas Polsek Dlanggu masih melakukan pendalaman perkara kebakaran yang mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Polisi juga telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk keperluan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar