Peristiwa

Hindari Trayek Bodong, Pengelola Terminal Selo Aji Ponorogo Tutup 7 Agen Bus

Ponorogo (beritajatim.com) – Prihatin dengan banyakknya dugaan trayek bodong, konsorsium LSM Ponorogo melakukan demo di depan terminal tipe A Selo Aji.

Mereka menuntut pengelola untuk menertibkan bus yang keluar masuk terminal, padahal terkait ijin prakteknya dipertanyakan. Puluhan pendemo itu menuding ada pembiaran, misalnya busnya bagus, namun ijin trayeknya sudah mati.

”Kalau kayak gini kan yang dirugikan masyarakat, yang pakai jasa layanan ini. Misalnya terjadi kecelakaan dan ijin trayeknya mati kan asuransinya tidak bisa diklaimkan,” kata koordinator lapangan Heru Budiono, disela-sela aksi, Senin (2/12/2019).

Selain itu sejumlah bus-bus nakal tersebut dari pada mengurus trayek yang mati, mereka lebih milih untuk ditilang. Selain hanya menebus surat tilang sekitar Rp 200 ribu, surat tersebut dijadikan modus alasan jika dilakukan razia. Sehingga fakta di lapangan, bus-bus nakal ini main kucing-kucingan dengan petugas. Yakni dengan menaikan penumpang bukan di dalam terminal, melainkan dibeberapa tempat misalnya diterminal kargo maupun depan SPBU.

”Kami merekomendasikan kepada pengelola terminal, untuk memasang banner yang isinya nama bus-bus yang bodong. Sehingga masyarakat bisa tahu mana yang resmi maupun yang bodong,” katanya.

Sementara itu koordinator satuan pelayanan terminal tipe A Selo Aji, Eko Hadi Prasetyo mengungkapkan jika di terminalnya ini ada 2 armada, yakni AKAP dan AKDP.

AKAP itu ijin trayeknya dikeluarkan oleh Kemenhub Jakarta dengankan untuk AKDP oleh Dishub Provinsi Jatim. Kalau ada yang masuk ke terminal Selo Aji tidak mempunyai trayek akan kena tindakan tilang. Kalau 2 kali kena tilang berturut-turut, maka akan ada penundaan keberangkatan.

”Kami tidak ada toleransi untuk pelanggaran sekecil apapun. Apalagi tentang penyimpangan trayek, tetap akan kami tindak,” katanya.

Dalam kurun waktu akhir Agustus sampai sekarang, pengelola terminal Selo Aji, kata Eko sudah mengeluarkan 271 surat tilang. Dan melakukan penundaan keberangkatan sebanyak 65 armada. Penundaan itu didominasi armada Kramat Jati, meski menggunakan trayek transjawa, namun ada keterangan rutenya yakni Jakarta-Semarang dan Surabaya.

”Kalau masuk ke Ponorogo ya tidak  sesuai dengan trayek,” katanya.

Selain melakukan penilangan dan penundaan keberangkatan, pihak terminal Selo Aji juga melakukan menutupan terhadap 7 agen bus. Yakni Garuda Mas, Harum Prima, Kramat Jati Bandung, GMS, Gajah Mungkur, Putra Remaja dan Handoyo. Mereka ditutup karena agen bus ini tidak memiliki trayek di Ponorogo.

”Terimakasih teman-teman LSM, ini memotivasi kami untuk menegakkan aturan di terminal Selo Aji. Namun kalau diluar lokasi terminal, bukan menjadi tanggung jawab kami,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar