Peristiwa

Himpun Rp1,7 Miliar, Lazismu Lamongan Penyumbang Dana ke Palestina Terbesar se-Jatim

Lamongan (beritajatim.com) – Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Lamongan berhasil menghimpun dana bantuan kemanusiaan untuk Palestina sejumlah Rp 1,7 Miliar. Capaian tersebut menjadikan Lazizmu Lamongan sebagai penyumbang tertinggi, mengungguli kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur.

Sesuai data penghimpunan donasi Lazismu Jawa Timur per 3 Juni 2021, Lazismu Kabupaten Lamongan menjadi penyumbang tertinggi dengan perolehan sebesar Rp 1.709.086.600, disusul Gresik Rp 896.942.355, dan Sidoarjo Rp 775.300.600. Sehingga total keseluruhan mencapai Rp 9.297.761.986.

Selanjutnya, dana kemanusiaan tersebut diserahkan kepada Lazismu Jawa Timur untuk diteruskan kepada Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan kemudian disampaikan ke Palestina.

Manajer Lazismu Lamongan, Irvan Shaifullah S.Kep Ns M.Pd mengungkapkan, sebagai lembaga yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat, Lazizmu Lamongan ingin menunjukkan kepedulian Muhammadiyah terhadap rakyat Palestina yang sedang menghadapi masa-masa sulit.

“Lazizmu Lamongan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ada simpati dari Muhammadiyah kepada rakyat Palestina. Rakyat Palestina merupakan saudara kita yang harus ditolong,” ungkap irvan, Sabtu (5/6/2021).

Lebih lanjut, Irvan yang juga Wakil Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan menyampaikan, alasan utama Lazizmu melakukan aksi kemanusiaan penggalangan dana untuk Palestina ini karena wujud dari solidaritas kemanusiaan, serta berdasarkan surat intruksi dari Pimpinan Pengurus Muhammadiyah.

“Lazismu sudah terbiasa melakukan aksi kemanusian seperti ini. Seperti bencana alam maupun bencana kemanusiaan di Rohingya Myanmar dan lain-lain. Juga berdasarkan surat intruksi dari struktural Muhammadiyah,” terangnya kepada beritajatim.com

Diketahui, sejak adanya instruksi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWMU) Jawa Timur nomor 2169/INS/II.0/C/2021 tertanggal 16 Mei 2021 tersebut, kemudian Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, Cabang dan Ranting Muhammadiyah menindaklanjutinya dan terus bergerak melakukan penggalangan dana dengan sukarela.

Berawal di Empat Lokasi

Irvan saat diwawancarai juga menjelaskan, Lazismu Lamongan melakukan sosialisasi dan publikasi penggalangan dana sejak awal bulan Syawal kemarin. Yakni dibuka di empat tempat, masing-masing di Kecamatan Lamongan, Sukodadi, Brondong dan Paciran. Tak hanya itu, pihak Lazismu juga melakukan penggalangan melalui kajian keliling, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan online.

“Pertama, kami buka empat tempat penggalangan di Lamongan, Sukodadi dan Brondong serta Paciran. Kedua, intruksi penggalangan infaq sedekah di masjid-masjid pada minggu ke-3 dan ke-4. Lalu yang ketiga melalui kajian keliling, serta online,” jelas pria yang gemar berpeci putih tersebut.

Dana kemanusiaan untuk Palestina tersebut dihimpun dari masyarakat Lamongan terutama warga Muhammadiyah, simpatisan dan komunitas-komunitas lain di Lamongan. Menurut Irvan, Lazismu Lamongan berhasil meyakinkan kepada para donatur bahwa Lazismu benar-benar transparan dan akuntabel, sehingga mereka yakin untuk amal lewat Lazismu.

“Lazizmu Lamongan menjadi penghimpun dana kemanusiaan terbesar di Jatim itu tidak terlepas dari partisipasi seluruh elemen warga persyarikatan Muhammadiyah Lamongan. Kami menyalurkan dana bantuan tersebut dengan transparan dan akuntabel sehingga donatur puas dan percaya kepada Lazismu,” urainya.

“Dana tersebut digunakan untuk beli ambulan di Gaza, kebutuhan pokok, biaya pendidikan anak-anak Palestina, perbaikan fasilitas kesehatan, biaya kesehatan korban pasca konflik, dan lain-lain,” sambung Irvan.

Program Prioritas Lain

Selain penggalangan dana untuk Palestina, Irvan menambahkan, pihak Lazizmu Lamongan juga memiliki program prioritas lainnya, baik di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, maupun sosial kemanusiaan yang selama ini telah dijalankan.

“Beberapa program telah kami jalankan. Program kesehatan dalam bentuk pemberian atau pelunasan biaya bagi pasien dhuafa dan membantu korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat Covid-19. Ada juga sosial kemanusiaan seperti bantuan Alquran Braile untuk Tunanetra, lalu program peningkatan peran strategis masjid. Ada bantuan ekonomi untuk penyintas ODGJ, serta program pemberdayaan ekonomi untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha dan menggerakkan roda ekonomi keluarga, dan lain-lain,” sambungnya.

Manajer Lazizmu Lamongan ini juga membeberkan mengenai kunci keberhasilan yang dilakukan Lazismu. “Kunci utama keberhasilan Lazizmu adalah inovasi, kolaborasi dan ketekunan yang terletak pada Amil-amil kami. Sehingga mampu mendayagunakan secara produktif dana zakat, infaq, shadaqah, wakaf dan dana kedermawanan lainnya, baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan maupun instansi lainnya,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Lazismu juga menyampaikan terima kasih kepada pelbagai pihak yang telah membantu, donatur, serta seluruh Pimpinan organisasi otonom, baik Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathon, Tapak Suci dan Pemuda Muhammadiyah yang sudah ikhlas dan kerja keras dalam penggalangan dana tersebut.

“Semoga amal baik dari para donatur dan seluruh pihak yang telah membantu diterima dan mendapat pahala dari Allah SWT,” pungkas Irvan mendoakan. [riq/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar