Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Hewan Ternak Terjangkit PMK di Magetan Bertambah Jadi 72 Kasus

Petugas Disnakkan Magetan memeriksa kondisi sapi

Magetan (beritajatim.com) – Hewan ternak terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Magetan bertambah. Saat ini, total ada 72 kasus PMK yang tersebar di 16 desa di 10 Kecamatan seluruh Magetan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Nur Haryani, menyatakan jumlah ini merupakan data terbaru per 20 Mei 2022. Meski demikian, belum ada laporan hewan ternak yang mati.

”Saat ini sudah ada 72 kasus yang tersebar di 16 desa dan 10 kecamatan di Magetan. Belum ada laporan hewan ternak mati,” kata Nur Haryani pada beritajatim.com, Jumat (20/5/2022).

Nur menyatakan mekanisme pencegahan penyebaran wabah sudah dilakukan. Caranya melalui lockdown kandang milik peternak yang peliharaannya terjangkit.

Selain itu, pihaknya juga melakukan perawatan intensif pada ternak tertular. Perawatan dilakukan sampai ternak benar-benar sembuh.

”Tentu swab dan pengambilan sampel akan terus kami lakukan utamanya bagi ternak yang sakit dan terindikasi terjangkit lewat gejala-gejala yang terlihat,” kata Nur.

Selanjutnya, dia meminta pada para peternak untuk terus melakukan disinfeksi secara mandiri dan teratur. Juga segera melaporkan jika ada ternak yang sakit pada tim nakes dari Disnakkan Magetan.

”Semoga dengan pendampingan intensif, bisa segera disembuhkan. Dilema dengan kondisi ini, di satu sisi pedagang berharap banyak dengan Iduladha ini, di satu sisi, kami harus menutup pasar dan membatasi tata niaga ternak,” katanya.

Sebelumnya, 24 ekor sapi yang dinyatakan positif PMK di dua desa di wilayah Kecamatan Panekan dan Kawedanan. Jumlah tersebut kini bertambah jadi 72 ekor.

Penutupan pasar hewan berpotensi diperpanjang sampai Magetan dinyatakan nol kasus PMK. (fiq/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar