Peristiwa

Hentikan Pengendara, Anggota Polsek Jetis Ajak Doa Bersama

Anggota Polsek Jetis memberhentikan pengendara jalan di depan Kapolsek Jetis.

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Polsek Jetis memberhentikan pengendara kendaraan bermotor yang melintas di depan Mapolsek Jetis. Ini dilakukan untuk mengajak berdoa bersama untuk korban bencana alam maupun jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu pada, Sabtu (9/1/2021) lalu.

Kegiatan ini digelar usai anggota Polsek Jetis menggelar Operasi Yustisi dengan sasaran pengendara kendaraan bermotor yang tidak mengenakan masker. Dalam kegiatan tersebut terjaring 12 orang pelanggar protokol kesehatan yang diberikan sanksi tipiring (tindak pidana ringan).

Kapolsek Jetis, Kompol Suhariyono mengatakan, Polsek Jetis sengaja mengajak masyarakat yang melintas di depan Mapolsek Jetis yakni pengendara kendaraan bermotor untuk berdoa bersama. “Setelah melaksanakan kegiatan Operasi Yustisi, kita memberhentikan seluruh kendaraan,” ungkapnya, Rabu (20/1/2021).

Hal tersebut dilakukan untuk mengajak berdoa bersama atas bencana alam yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, bencana gempa bumi, tanah longsor dan banjir bandang. Harapannya masyarakat bisa turut mendoakan untuk korban meninggal maupun yang selamat dari bencana alam tersebut.

“Semoga keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan dan keberkahan. Yang meninggal diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT. Dan kegiatan ini memang sengaja digelar dengan mengajak seluruh pengguna jalan untuk berdoa kepada korban baik yang yang selamat maupun yang meninggal dunia,” katanya.

Bencana alam gempa bumi berkekuatan 6,2SR yang terjadi di Sulawesi Barat, khususnya daerah Majene dan Mamuju yang memakan puluhan korban meningal dunia, ratusan orang luka-luka, serta meruntuhkan fasilitas umum dan rumah warga yang diratakan dengan tanah.

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute penerbangan Jakarta-Pontianak terjatuh beberapa menit usai lepas landas, Sabtu (9/1/2021). Total penumpang dan awak pesawat dalam kecelakaan tersebut berjumlah 62 orang.

Sementara di Kalimantan Selatan, Banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan sejak 12-13 Januari 2021 lalu mengakibatkan, ribuan rumah warga terendam banjir dan tidak kurang dari 20.000 warga harus mengungsi serta sejumlah bencana alam lainnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar