Peristiwa

Hendak Kabur ke Palembang Uang Tak Cukup, Pelarian Tersangka Pembunuhan Terapis di Mojokerto Berakhir di Magetan

Tersangka pembunuhan terapis dirilis Polresta Mojokerto di halaman Mapolresta Mojokerto. [Foto: Misti/beritajatim.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tersangka pembunuhan terapis perempuan di tempat panti pijat Jalan Raya Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Mohammad Irwanto alias Wanto (24) hendak kabur ke Palembang. Namun karena uang hasil gadai sepeda motornya kurang sehingga kembali ke Jombang dan berakhir diamankan di Magetan.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, usai membunuh terapis, Ambarwati alias Santi (48) warga Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk pada, Kamis (4/2/2021) lalu, tersangka kabur dengan menggunakan kendaraan roda dua Honda Beat S 6110 QAG warna magenta.

“Tersangka kabur dan pulang ke Jombang tapi karena tahu salah, sehingga tersangka mengadaikan sepeda motor ke rekannya di Jombang untuk digunakan kabur ke Jakarta. Selama 14 hari melarikan diri ke Jakarta, namun karena tidak punya saudara di Jakarta, tersangka kembali ke Jombang,” ungkapnya, Jumat (18/2/2021).

Tersangka kemudian ke tempat saudara di Magetan. Di rumah pamannya tersebut, lanjut Kapolresta, akhirnya tersangka diamankan Tim Buser Satreskrim Polresta Mojokerto pada Kamis (18/2/2021) sekira pukul 17.00 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Rohmawati Laili menambahkan sepeda motor milik tersangka digandaikan ke temannya di Jombang seharga Rp1 juta. “Digadaikan ke teman di Jombang dengan harga Rp1 juta hendak ke Palembang. Namun sampai di Jakarta, dia merasa uang tersebut kurang sehingga kembali Jombang,” jelasnya.

Di rumah kakak perempuan di Jombang, lanjut Kasat, tersangka bercerita jika terlibat kasus narkoba bukan pembunuhan. Kakak perempuan tersangka kemudian menghubungi sang ayah dan tersangka dijemput untuk di titipkan ke teman kecil ibunya di Magetan.

“Ayah tersangka kemudian menjemput dan diarahkan di titipkan ke teman kecil ibunya yang bekerja di Magetan. Diantar bareng-bareng ke terminal Madiun dan digonceng oleh teman ibunya ke Magetan. Ngaku ke keluarga, temannya terlibat narkoba dan dia disangkut-sangkutkan bukan terlihat kasus pembunuhan,” paparnya.

Pihaknya saat ini masih mendalami motif keluarga tersangka membantu proses pelarian tersangka. Pasalnya, keterangan pihak keluarga jika tersangka mengaku temannya terlibat narkoba dan dia disangkutpautkan sehingga keluarga membantu untuk menyembunyikan tersangka.

“Sementara proses lebih lanjut, lihat motif dulu. Masih didalami motif menyembuhkan, keluarga tahu atau tidak karena ada beberapa saksi awal yang mengatakan jika tersangka kena kasus narkoba bukan pembunuhan. Cerita ke keluarganya, jika temannya kena narkoba, dia disangkut-sangkutkan. Motif akan didalami, kita tidak bisa bertindak sebelum membuktikan,” tegasnya.

Tersangka Mohammad Irwanto alias Wanto (24) mengatakan, jika sepeda motor yang digunakan kabur tersebut merupakan miliknya sendiri yang dibeli secara kredit. “Saya menyesal. Sebelumnya tidak pernah melukai orang lain. Tidak kenal (dengan korban, red), pernah dua kali kesitu (panti pijat, red) tapi tidak pernah dipijat korban tahun 2019 lalu,” akunya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar