Peristiwa

Hendak Berlabuh, Perahu Nelayan Tuban Terbalik Diterjang Gelombang

Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah Kapal Motor atau Perahu milik para nelayan yang berada di kawasan pantai pesisir Desa Pabean, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban terombang-ambing diterjang gelombang besar saat akan bersandar di pantai setelah para nelayan itu melaut saat terjadi cuaca buruk.

Akibat kejadian gelombang besar tersebut, satu perahu milik nelayan yang ada di desa itu mengalami terbalik di pantai bersama dengan dua orang ABKnya. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa dalam peristiwa terbaliknya kapal nelayan itu, namun kondisi kapal atau perahu itu mengalami kerusakan parah, Selasa (19/1/2021).

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, peristiwa tenggelamnya sebuah perahu milik Muna nelayan asal Desa Pabean, Kecamatan Tambakboyo, Tuban itu berawal saat korban berasama pamannya hendak mendarat. Mereka telah berangkat melaut sejak dini hari dan akan kembali pulang pada siang harinya.

“Pada waktu berangkat itu cuaca baik-baik saja dan gelombang juga biasa. Pada waktu pulang ternyata gelombangnya tinggi sekali,” terang Ngatemin (53), seorang nelayan yang mengetahui kejadian tengelamnya kapal tersebut.

Saat sampai di tepi pantai tersebut, tiba-tiba gelombangnya semakin besar dan membuat sejumlah nelayan yang akan mendarat itu semakin panik. Mereka harus berusaha melawan gelombang besar itu untuk sampai di pantai guna menyandarkan kapalnya.

“Pada saat akan perahu-perahu akan mendarat tiba-tiba gelombangnya besar sekali. Sejumlah perahu lain berhasil selamat, tapi perahu yang satu itu terbalik dan dua ABKnya ikut dibawa perahu,” tambahnya.

Mengetahui kejadian tersebut, sejumlah nelayan yang ada di pesisir pantai itu langsung berlarian berusaha menyelamatkan korban yang sudah berada di bibir pantai itu. Warga langsung menolong korban dan kemudian melakukan evakuasi kapal yang tenggelam dengan posisi terbalik itu.

“Alhamdulillah saya dan Pak Lek selamat dan baik-baik saja. Kalau perahunya ya seperti ini rusak parah, mungkin ini kerugian sekitar delapan sampai sepuluh juta rupiah,” ungkap Manu (31), pemilik sekaligus ABK dari perahu yang terbalik akibat gelombang besar itu.

Sementara itu, kondisi gelombang tinggi di laut utara Kabupaten Tuban itu diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 2 meter. Dengan kondisi cuaca buruk itu, sejumlah nelayan ada yang memilih untuk berhenti melaut dan menunggu cuaca kembali normal. [mut/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar