Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Heboh, Warga Lamongan Meninggal Usai Bikin Janji dengan Tukang Becak

Lamongan (beritajatim.com) – Seorang pria bernama Aryono Aswidarto (41) warga asal Made Mulyo 13, RT 02 RW 06, Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan ditemukan meninggal dunia dengan posisi miring ke kanan di samping meja ruang tamu rumahnya, Kamis (27/1/2022).

Meninggalnya Aryono yang sempat bikin heboh warga setempat ini ditemukan pertama kali oleh seorang tukang becak, Machmud Rizal (57), sekira pukul 09.13 WIB. Jenazah ditemukan di rumah korban yang berada di kawasan Perumahan Made Great.

Kala itu, Macmud hendak menjemput korban di rumahnya untuk diantarkan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML). Macmud mengaku, korban sebelumnya telah membuat janji dengannya pada Rabu (26/1/2022) kemarin, pukul 20.00 WIB.

Kala itu, korban meminta kepada Machmud si tukang becak agar menjemputnya di rumah, pada Kamis (27/1/2022) pagi. Korban berniat berobat di RSML sekaligus pergi ke tukang pangkas rambut langganannya.

“Tadi malam, korban berpesan kepada saya agar besok pagi ia diantarkan untuk belanja dan potong rambut, sekaligus minta diantar ke RSML untuk berobat dan cuci darah,” ungkap Rizal kepada penyidik, Kamis (27/1/2022).

Kemudian, Macmud kembali menceritakan, saat itu ia bertandang ke rumah korban sekira pukul 09.13 WIB sesuai permintaan korban. Setibanya Machmud di rumah korban, kemudian ia memanggil korban, namun sama sekali tak ada respon, meski ia telah memanggilnya berkali-kali.

Lantaran penasaran dengan korban yang tak merespon panggilannya, Machmud lalu turun dari becaknya dan mencoba melihat korban dari luar rumah. Macmud kembali memanggilnya, namun lagi-lagi tak ada respon. Mengetahui pintu rumah telah terbuka, Machmud akhirnya memutuskan untuk masuk.

Saat masuk ke dalam rumah, Machmud terkejut bukan kepalang lantaran mendapati korban dengan posisi berbaring di samping meja ruang tamu. Macmud lalu mencoba menghampiri korban, dan mengetahui jika korban telah meninggal dunia.

Mendapati kenyataan itu, Machmud akhirnya langsung keluar dan berlari untuk memanggil warga sekitar. Tak berselang lama, akhirnya warga pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat.

“Menurut keterangan pihak keluarga, korban sudah dalam keadaan sakit sebelum ditemukan meninggal,” kata Kapolsek Lamongan, Kompol Fandil didampingi Kasi Humas Polres Lamongan, Iptu Jinanto kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Lebih lanjut, Fandil menuturkan, jika berdasarkan penjelasan istri korban, bernama Emi Widyawati Pahya, suaminya tersebut sudah lama mengalami sakit diabetes dan gagal ginjal.

Selain itu, Fandil memastikan, bahwa tak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Sehingga keluarga korban tidak menuntut pihak manapun atas meninggalnya korban.

“Tak ditemukan tanda-tanda atau bekas penganiayaan. Pihak keluarga tak menuntut ke pihak manapun, dikuatkan dengan surat pernyataan,” tandas Fandil.

Kini, atas persetujuan keluarganya, korban kemudian segera dikebumikan di pemakaman umum Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar