Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Hati-hati Penipuan Lowongan Kerja Atas Nama PT Ajinomoto Indonesia

Legal Section Manager PT Ajinomoto, Izuko Oscar Assafi didampingi Tim Legal dan Team Personal PT Ajinomoto Indonesia, Lukman Hasyim usai diminta keterangan di Satreskrim Polresta Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Manajemen PT Ajinomoto Indonesia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan lowongan pekerjaan di perusahaan yang memproduksi berbagai bumbu penyedap masakan, apalagi dengan embel-embel pungutan. Pasalnya, PT Ajinomoto Indonesia saat ini tidak sedang menggelar rekrutmen.

Himbauan ini disampaikan langsung oleh Legal Section Manager PT Ajinomoto, Izuko Oscar Assafi didampingi Tim Legal dan Team Personal PT Ajinomoto Indonesia, Lukman Hasyim, Agil dan Alfindea usai diminta keterangan di Satreskrim Polresta Mojokerto. Ini menyusul adanya kasus rekrutmen ilegal yang dilaporkan ke Polresta Mojokerto.

“Kami dari awal berkomitmen untuk tidak memungut saat dilakukan rekrutmen. Memang ada dua rekrutmen yang kami lakukan, untuk karyawan outsourcing kami menggunakan jasa agen penyalur tenaga kerja. Namun untuk karyawan reguler, kami sendiri yang melakukan tes,” ungkapnya.

Ini lantaran, lanjut Izuko, karyawan reguler diambil dari karyawan outsourcing sebelumnya. Mereka akan diangkat menjadi karyawan reguler melalui beberapa tahapan. Ada penjaringan melalui tes tulis dan psikolog saat dilakukan rekrutmen karyawan reguler. Pesertanya adalah mereka yang sebelumnya menjadi karyawan outsourcing dan masyarakat umum.

“Jadi mekanismenya untuk rekrutmen reguler, kami membuka rekrutmen outsourcing yang dilakukan oleh jasa agen penyalur tenaga kerja. Nah mereka ini adalah lulusan SMA yang ada di sekitar perusahan yakni Kecamatan Jetis. Jadi seluruh karyawan reguler berasal dari karyawan outsourcing. Untuk lulusan sarjana, tes dilakukan secara online oleh kantor pusat,” jelasnya.

Rekrutmen karyawan reguler akan mengikuti tes dan ditambah masyarakat umum di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Ini lantaran perusahaan berada di Desa Mirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto sehingga siswa lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Jetis yang menjadi prioritas. Dalam rekrutmen tersebut tidak ada pungutan.

“Rekrutmen karyawan reguler tidak tentu ada tiap tahun. Nah, untuk rekrutmen outsourcing kami menggunakan jasa agen penyalur tenaga kerja. Untuk jumlah tenaga kerja sesuai kebutuhan, naik turun apalagi saat ini pandemi. Di sini, kami serahkan ke agen penyalur tenaga kerja. Namun dari kami, PT Ajinomoto Indonesia tidak ada pungutan saat rekrutmen,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini PT Ajinomoto Indonesia tidak sedang melakukan rekrutmen karyawan. Baik outsourcing maupun reguler. Izuko menjelaskan, kasus yang mencatut nama PT Ajinomoto Indonesia dilakukan oleh mantan karyawan outsourcing. Menurutnya, DR (30) tercatat terakhir sebagai karyawan outsourcing PT Ajinomoto Indonesia pada tahun 2021.

“Dia bukan karyawan kami, dia memang pernah menjadi karyawan outsourcing. Terakhir tercatat tahun 2021. Dia bukan karyawan karyawan, namu membuka rekrutmen mengatasnamakan karyawan reguler. Masyarakat jangan muda percaya karena setiap ada rekrutmen, tidak ada pungutan apalagi untuk karyawan reguler. Karena karyawan reguler berasal dari karyawan yang sudah bekerja sebelumya,” paparnya.

Pihaknya mendukung pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Namun jika memang ada karyawan PT Ajinomoto Indonesia yang terbukti melakukan rekrutmen dan meminta imbalan kepada korbannya, maka pihak perusahaan akan memecat yang bersangkutan. Pihaknya berharap pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus tersebut.

“Harapannya, agar kasus ini bisa diusut tuntas dan tidak ada korban. Jika ada korban yang belum melaporkan untuk segera melapor dan memberi bukti kepada pihak kepolisian. Kami juga terbuka jika pihak kepolisian membutuhkan kami dan bukti untuk mengungkap kasus ini. Sekali kepada masyarakat, jika ada yang menjanjikan jangan percaya,” harapnya.

Izuko menambahkan, kasus penipuan rekrutmen PT Ajinomoto Indonesia ini merupakan kali kedua yang berujung pada laporan kepolisian. Sebelumnya dengan modus yang sama, Catur Edy Wicaksono (31) diamankan Satreskrim Polresta Mojokerto. Menggunakan Surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (SPKWT) palsu, pelaku berhasil meraup Rp185 juta dari korbannya pada tahun 2021 lalu.
Mantan pegawai outsourcing PT Ajinomoto Indonesia, DR (30) dilaporkan ke Satreskrim Polresta Mojokerto pada, Jumat (14/1/2022) lalu. Perempuan asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ini dilaporkan terkait dugaan penipuan rekrutmen palsu di bekas perusahaannya. Sejak tahun 2020, sudah ada 90 orang korban.

Pelaku berhasil mengelabuhi korbannya dengan modus bisa memasukkan ke perusahan yang memproduksi berbagai bumbu penyedap masakan tersebut. Dari 90 orang korban, pelaku berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp3 milyar. “Masih proses lidik,” tegas Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Heri Siswanto singkat. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar