Peristiwa

Lampu Penerangan Jalan Masih Dipadamkan

Hati-hati, Ada Tumpukan Material dan Galian di Jalan Kota Bojonegoro

Tumpukan material U-ditch di seputaran alun-alun Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah lampu penerangan jalan di wilayah kota Bojonegoro masih dipadamkan. Pemadaman lampu penerangan jalan umum itu dilakukan sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Juli 2021 lalu.

Saat jurnalis beritajatim.com melakukan penelusuran sejumlah jalan di seputar kota kondisinya sangat gelap. Terlebih diperparah dengan tumpukan material baik pembangunan trotoar maupun penggalian penanaman pipa jaringan gas rumah tangga di beberapa titik.

Jarak pandang saat berkendara pada malam hari terbatas hanya di lampu sorot kendaraan. Jaraknya hanya sekitar lima sampai tujuh meter. Sehingga pengguna jalan harus lebih berhati-hati. Terlebih tidak semua tumpukan material diberikan garis batas aman.

Tumpukan material di tepi-tepi jalan diantaranya beton u-ditch untuk material pembangunan trotoar, akar pohon penghijauan yang sudah dicabut, maupun tanah bekas galian untuk penanaman pipa jaringan gas. Selain tumpukan material juga ada lubang galian yang belum diuruk sempurna.

“Sebenarnya kalau sekarang perapihan (bekas galian pipa jargas) ada, dan sudah melewati kontrol. Cuma mungkin karena rusak,” ujar pelaksana teknis sub kontraktor PT Hutama Karya pengerjaan penggalian pipa jargas di Bojonegoro, Wahyu, Kamis (2/9/2021).

Sementara salah seorang pengendara motor di Jalan Basuki Rahmad, Edi, mengatakan proses penggalian untuk pemasangan pipa gas berada di pinggir jalan berbatasan dengan trotoar. Pengguna jalan banyak yang kaget, karena tidak semua titik galian diberi tanda pengaman.

“Kalau malam hari memang sangat membahayakan, karena lubang-lubang ini banyak yang tidak dikasih pengaman berupa garis bahaya,” ungkapnya.

Sebuah truk ekspedisi yang hendak keluar dari toko di Jalan Panglima Sudirman juga terperosok. Kejadian itu terjadi kemarin sore. Proses evakuasi truk ekspedisi yang rodanya terperosok bekas galian pipa itu butuh waktu hampir tiga jam lamanya.

“Tadi itu truk ekspedisi itu habis bongkar di toko kami, saat berjalan keluar mendadak ban kiri terperosok di bekas galian jargas,” jelas Dodik, karyawan toko.

Ditambahkan oleh Dodik, karena beratnya muatan truk, evakuasi dengan didorong dari belakang tidak mampu. Sehingga didongkrak pada sasis dan roda. “Walah berat Mas tadi itu, sekitar tiga jam evakuasinya karena muatan besi atau mesin tadi infonya. Kami berharap pekerjaan penanaman pipa gas ini bisa lebih baik pascadiuruk kembali,” pungkasnya. [lus/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar