Peristiwa

Hasil Uji Lab, Sungai Mungkungan Ponorogo Airnya Tercemar


Ponorogo (beritajatim.com)
– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo sudah menerima hasil uji laboratorium air sungai Mungkungan di Dukuh Dulur Madrik Desa Tajug Kecamatan Siman Ponorogo. Dimana sebelumnya sungai tersebut berubah warna menjadi hitam dan mengeluarkan bau busuk. Perubahan itu diduga akibat pencemaran dari salah satu pabrik tepung tapioka yang berada disekitar tempat tersebut.

”Kami sudah menerima hasilnya dan memang benar air sungai Mungkungan tercemar,” Kepala DLH Ponorogo Sapto Djatmiko, Selasa (20/8/2019).

Sapto mengungkapkan berdasarkan uji laboratorium Surabaya, dari pengujian BOD (biochemical oxygen demand) dan uji COD (chemical oxygen demand) limbah yang dibuang ke sungai Mungkunganitu diluar ambang batas normal baku mutu.

”Pihak pabrik sudah kita beri peringatan dan himbauan untuk memperbaiki sistem limbahnya,” katanya.

Sapto menyebut instansinya tidak mempunyai kewenangan untuk menjatuhkan sanksi atas tindakan pabrik yang mencemari sungai. Pihaknya hanya bisa memberikan rekomendasi untuk penutupan jika tidak mengindahkan peringatan atau himbauan dari DLH  Ponorogo.

”Kalau masih membandel ya kita rekomendasikan untuk ditutup saja,” katanya.

Buruknya kualitas air di sungai Mungkungan, kata Sapto selain dari limbah pabrik juga karena pembuangan sampah yang sembarangan. Itu terbukti dari banyaknya sampah plastik dan popok bayi yang ada di sungai itu.

”Dari hasil uji lab juga ditemukan zat yang berasal dari kotoran manusia,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, keresahan dialami oleh warga Dukuh Dulur Madrik Desa Tajug Kecamatan Siman Ponorogo. Pasalnya aliran sungai Mungkungan yang melewati daerah setempat airnya berubah berwarna hitam dan mengeluarkan bau busuk. Perubahan warna dan beraroma busuk itu, diklaim warga akibat aktivitas pabrik tepung tapioka Tajug. Mereka menduga limbah hasil produksi pabrik dibuang ke sungai tersebut.(end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar