Peristiwa

Hasil Uji Lab Patahkan Dugaan Beras Plastik, Ini Kata Kasat Reskrim

Kepala Dinsos (tengah, berbaju batik) membacakan hasil uji lab beras BPNT

Sumenep (beritajatim.com) – Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Oscar Stefanus Setjo mengatakan, hasil uji laboratorium sampel beras BPNT di Desa Pajenangger, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean yang dikirimkan Polres sampai saat ini belum keluar.

“Memang pengajuannya lebih dulu Dinas Sosial (Dinsos). Karena itu, hasil uji lab dari sampel yang dikirim Dinsos sudah turun, dan yang kami belum. Tapi pengajuan uji lab nya sama-sama ke Jawa Timur,” katanya, Jumat (14/2/2020).

Menurut Oscar, apabila nanti hasil uji lab yang diajukan Polres sudah turun, maka hasilnya akan diperbandingkan dengan hasil uji lab yang diterima Dinsos. “Kami sudah memeriksa saksi-saksi terkait beras BPNT itu dari hilir ke hulu. Apabila dari hasil uji lab yang disampaikan Dinsos itu ada pihak-pihak yang merasa dirugikan, maka bisa membuat laporan kembali kepada kami.dan kami akan lakukan upaya hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Januari 2020, keluarga penerima manfaat (KPM) beras bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Pajenangger, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, mengeluhkan kualitas beras yang mereka terima. Versi masyarakat, beras itu tidak bisa dikonsumsi karena setelah dimasak, teksturnya berubah seperti plastik.

Bahkan salah seorang penerima beras, Hairudin, membuat video tentang beras yang diduga mengandung plastik itu. Video yang viral di medsos tersebut menunjukkan kondisi beras sejak sebelum dimasak, hingga menjadi nasi. Setelah menjadi nasi kemudian dikepal bulat dan dilemparkan ke lantai, nasi itu memantul seperti layaknya bola karet.

Saat dicuci, warga menyebutkan bahwa air cucian beras sama sekali tidak keruh. Selain itu, tidak ada aroma beras maupun nasi pada umumnya. Karena itu, warga pun mengembalikan beras bantuan itu dengan cara mengumpulkannya di balai desa setempat. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar