Peristiwa

Hasil Rapid Test Anak Reaktif, Ayah di Kediri Gantung Diri

Kediri (beritajatim.com) – Seorang pria lanjut usia di Kota Kediri ditemukan tewas gantung diri di sebelah rumahnya. Motivasi pelaku bunuh diri masih menjadi misteri, namun ada dugaan berkaitan dengan hasil reaktif rapid test Covid-19 anaknya.

Pelaku bunuh diri diidentifikasi bernama Tukiran. Pria 71 tahun ini tinggal di Lingkungan Dadapan, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Jenazah pelaku kali pertama diketahui oleh menantunya Paino, Jumat (15/5/2020).

Awalnya, sang menantu hendak mengambil ember di pekarangan rumah pelaku. Alangkah terkejutnya, dia melihat mertuanya dalam keadaan menggantung di sebelah rumahnya.

Lokasi bunuh diri berada di dekat bekas kandang burung puyuh milik tetangganya Susilo. Pelaku nekat mengakhiri hidupnya menggunakan tali tambang berwana hijau.

Mengetahui hal tersebut, saksi menghubungi ketua RT. Akhirnya kejadian itu dilaporkan ke Polsek Pesantren. Tak berselang lama, datang SPK Polresta Kediri bersama Tim Inafis untuk melakukan olah TKP. Ternyata tidak ditemukan tanda bekas kekerasan pada tubuh Tukiran.

“Untuk kondisi jenazah tidak ditemukan tanda-tanda atau bekas kekerasan. Artinya, meninggalnya Tukiran murni bunuh diri. Kami telah menyelidiki kasus ini. Kemungkinan ada kaitannya dengan anaknya yang melakukan rapid test dan hasilnya reaktif Covid-19,” kata Kapolsek Pesantren Kompol Paidi. [nm/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar