Peristiwa

Hasil Otopsi Jenazah yang Dibongkar di Bojonegoro Belum Diketahui

Petugas saat membongkar kedua makam warga yang meninggal belum diketahui penyebabnya

Bojonegoro (beritajatim.com) – Hasil otopsi terhadap dua jenazah warga Dusun Slinggang Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro yang dibongkar makamnya belum turun.

Otopsi dilakukan anggota Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro bersama Tim Medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mengetahui penyebab kematian keduanya.

“Sementara masih menunggu hasil otopsi belum turun. Kami berharap bisa turun secepatnya,” ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, Jumat (20/9/2019).

Dua makam yang dibongkar adalah, mayat Waidi (53) dan seorang perempuan bernama Sriatun (41). Keduanya meninggal di dalam rumah pada Selasa (17/9/2019) sekitar pukul 05.00 WIB. Jenazah keduanya di temukan oleh saksi Satonah (70) ibu kandung Waidi, dalam keadaan tergeletak di karpet di ruang tamu rumah milik Waidi.

Jenazah kedua korban sempat dimakamkan oleh ahli warisnya, namun guna memastikan penyebab kematian kedua korban, aparat dari Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro bersama Tim Medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dokter Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, pada Selasa (17/9/2019) malam, melakukan pembongkaran makam kedua orang tersebut. “Kita ingin pastikan penyebab kematian korban,” kata Kapolres.

AKBP Ary Fadli menambahkan bahwa saat ini hasil otopsi telah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, untuk dilakukan pengujian. Selain itu, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyeledikian terkait perkara tersebut.

Berdasarkan hasil olah TKP, diketahui bahwa saat ditemukan, rumah korban dalam keadaan terkunci dari dalam sehingga warga masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela. Di sekitar korban, ditemukan sisa minuman beralkohol jenis arak, dua butir obat sakit kepala jenis Mixagrip, minuman jenis Fanta merah yang dikemas dalam sebuah botol plastik. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar