Peristiwa

Hari Santri, Ulama NU Tangani Gangguan Makhluk Halus

Para peserta acara rukyah massal, di Pondok Pesantren Mambaul Khoirot, Desa Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak kurang lebih 200 orang mengikuti acara rukyah massal, di Pondok Pesantren Mambaul Khoirot, Desa Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (20/10/2019). Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional yang digelar Pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Jember.

“Target kegiatan ini adalah bagaimana NU tampil di tengah masyarakat, wa bil khusus urusan penyakit yang bersifat rohaniah dan medis,” kata Muhammad Yazid Khobir, pengasuh Ponpes Mambaul Khoirot.

Rukyah adalah terapi pengobatan berdasarkan tuntunan Alquran. “Dengan air, dibacakan ayat-ayat Alquran dan salawat. Air itu diminum peserta. Kalau memang ada peserta yang punya amalan-amalan yang melanggar agama atau makhluk halus pada dirinya yang tidak diketahui bisa keluar,” kata Yazid.

Peserta yang menjadi persemayaman makhluk halus atau jin akan muntah-muntah hebat setelah minum air tersebut. “Dia pusing berat dan bergerak-gerak, lalu ada barang yang dimuntahkan keluar dengan sendirinya,” kata Yazid.

Ada tujuh orang perukyah dalam acara itu. Mereka memiliki latar belakang keagamaan yang kuat dan sudah dididik. “Tidak semua santri dan pengasuh pondok pesantren bisa. Itu berdasarkan Alquran semua,” kata Yazid. Mereka langsung menangani peserta yang menunjukkan hal-hal yang mencurigakan, seperti muntah berlebihan dan tubuh bergerak-gerak keras.

Ketua Panitia Hari Santri PCNU Jember Ayub Junaidi mengatakan, rukyah massal adalah salah satu dari 22 kegiatan peringatan Hari Santri. “Sebelumnya kami menggelar Jember bersalawat yang diikuti seribu orang lebih di Kecamatan Bangsalsari, lomba membaca kitab kuning, dan seminar persiapan pernikahan. Semua acara digelar secara mandiri oleh warga NU dan bukan hoaks karena benar-benar dilaksanakan, tak hanya terpampang di baliho pengumuman,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar