Peristiwa

Hari Santri Nasional di Sidoarjo, Protokol Kesehatan Diberlakukan Ketat

Sidoarjo (beritajatim.com) – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke 5 di Kabupaten Sidoarjo nampak meriah dengan adanya berbagai kegiatan. Panitia HSN bersama dengan Pemkab Sidoarjo sudah menyiapkan rangkaian acara sampai dengan 31 Oktober.

Meski begitu, selama berlangsungnya kegiatan, penerapan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat. Seperti pelaksanaan upacara HSN di alun-alun Sidoarjo, jumlah peserta dibatasi hanya 100 orang dan undangan 100 orang. Sebelum pandemi, jumlab peserta mencapai ratusan peserta dan undangan.

Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono yang bertindak selaku inspektur upacara membacakan sambutan menteri agama menyampaikan kalangan santri memiliki hari yang istimewa, tanggal 22 Oktober telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi Hari Santri melalui keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015.

Tepat pada tanggal 22 Oktober 1945 yang lalu tercetuslah “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan.

“Santri dan pesantren kini telah memiliki Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren. Undang-Undang ini memberikan afirmasi, rekognisi, dan fasilitasi terhadap pesantren dalam melaksanakan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan”, kata Hudiyono saat membacakan sambutan menteri Agama RI di Alun-Alun Sidoarjo, Kamis, (22/10/2020).

Selain upacara HSN, kegiatan lainya terbang Ishari yang sudah terlaksana 19 Oktober mengawali rangkaian HSN di Sidoarjo. Kemudian upacara HSN yang dilaksanakan hari ini, Kamis, 22 Oktober di Alun-alun Sidoarjo.

Ada pemilihan duta santri, lomba kreasi nadhom, lomba sholawat al banjari, lomba video santri dan lomba mars kebangsaan dilakukan secara virtual mulai tanggal 15 Oktober sampai 31 Oktober.

Pada puncak acara HSN tanggal 31 Oktober pembacaan sajak santri untuk negeri yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten, diikuti 18 kecamatan. Rencananya Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono juga ikut membaca sajak bersama para santri. Kegiatan akan disiarkan live streaming di 18 kecamatan se-Kab Sidoarjo. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar