Peristiwa

Hari Pertama Operasional KA di Jember, 104 Orang Ditolak Naik

Stasiun Kereta Api Jember

Jember (beritajatim.com) – Hanya ada 227 penumpang di wilayah Daerah Operasional 9 Jember pada dua hari pertama beroperasinya kembali kereta api jarak jauh, Jumat (12/6/2020) dan Sabtu (13/6/2020). Sebanyak 104 orang lainnya ditolak.

Kereta api jarak jauh ini adalah KA Ranggajati (KA 122) relasi Jember – Cirebon, KA Tawangalun (KA 334) relasi Ketapang – Malang Kota Lama, KA Probowangi (KA 337) relasi Surabaya Gubeng – Ketapang, KA Sritanjung (KA 304) relasi Ketapang – Lempuyangan, KA Probowangi (KA 338) relasi Ketapang – Surabaya Gubeng, KA Sritanjung (KA 303) relasi Lempuyangan – Ketapang, KA Tawangalun (KA 333) relasi Malang Kota Lama – Ketapang, dan KA Ranggajati (KA 121 A) relasi Cirebon – Jember.

Tercatat 103 penumpang telah diangkut dan 71 penumpang tidak diperkenankan melakukan perjalanan menggunakan KA pada hari pertama. Sementara pada hari kedua, sampai pukul 17.00 WIB, tercatat 124 penumpang melakukan perjalanan menggunakan KA. Sementara 33 calon penumpang ditolak.

foto/ilustrasi

“Okupansi penumpang pada hari pertama 3,16 persen, sedangkan pada hari kedua sebesar 3,80 persen dari total 3.250 tempat duduk (TD) yang dijual setiap harinya,” kata Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 9 Mahendro Trang Bawono, Minggu (14/6/2020).

Tempat duduk kereta api telah diatur maksimal hanya 70 persen dari yang tersedia setiap KA. Dengan demikian KA Ranggajati memiliki 329 tempat duduk, KA Sritanjung 504 TD, KA Tawangalun 360 tempat duduk, dan KA Probowangi 432 tempat duduk.

“Jika dibandingkan hari pertama, jumlah penumpang yang diangkut pada hari kedua mengalami kenaikan sebesar 17 persen. Penumpang tidak diizinkan berangkat, karena tidak dapat menunjukkan dokomen kesehatan yang telah disyaratkan,” kata Mahendro. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar