Peristiwa

Hari Lalu Lintas, Ini yang Dilakukan Satlantas Polresta Mojokerto

Aksi menyalahkan sirine selama 65 detik di 6 simpul traffic light Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kendaraan yang melintas di enam simpul traffic light Kota Mojokerto tepat pukul 09.15 WIB diminta menyalahkan sirine selama 65 detik, Selasa (22/9/2020). Aksi ini dilakukan dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-65 Satlantas Polresta Mojokerto.

Enam titik simpul traffic light di Kota Mojokerto tersebut yakni Simpang 4 Tropodo Jalan Pahlawan, Bundaran Benteng Pancasila Jalan Gajah Mada, Simpang 4 Jalan Empunala, Simpang 4 Jalan Pemuda, Simpang 4 Miji Jalan Mojopahit dan Simpang 4 Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Menyalakan sirine bagi kendaraan yang lewat di enam titik simpul traffic light tersebut dilakukan setelah dilakukan apel dan pemberian reward bagi anggota Satlantas Polresta Mojokerto yang berprestasi. Ada lima anggota Satlantas yang berprestasi dan berdedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang diberikan reward.

“Kita juga memberikan reward kepada anggota yang memperoleh jumlah penindakan tilang tertinggi pada bulan September 2020. Kita juga membagikan masker di 3 tempat Historis yang ada di Kota Mojokerto,” ungkap Kasat Lantas Polresta Mojokerto, AKP Fitria Wijayanti.

Masih kata Kasat, tiga tempat historis tersebut yakni Kantor Dinas Pengairan Kabupaten Mojokerto di Jalan Ahmad Yani Kota Mojokerto. Kantor Dinas Pengairan tersebut merupakan lembaga pengelola air Kali Brantas pada awalnya bagian dari Departemen Pekerjaan Umum yang didirikan tahun 1885.

“Bagian irigasi Kali Brantas diberi nama Provinciale Irrigatie Afdeling Brantas. Lembaga ini bertugas mengontrol kondisi dan penggunaan air kali brantas mulai hulu hingga hilir yang meliputi beberapa daerah kabupaten hingga saat ini. Tempat kedua yakni Klenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto,” katanya.

Berlokasi di Jalan Residen Pamuji, Klenteng Hok Sian Kiong didirikan pada tahun 1823. Ciri khas bangunan ini adalah bentuk arsitekturnya yang khas Cina. Klenteng ini dicatat sebagai salah satu bangunan yang bersejarah di Kota Mojokerto yang didirikan pada jaman penjajahan Belanda.

“Dan tempat historis ketiga yakni SMPN 1 Kota Mojokerto di Jalan Gajah Mada sebagai SMP Negeri tertua di Kota Mojokerto yang merupakan sekolah peninggalan zaman pemerintahan Hindia Belanda. Berdiri tahun 1926 dengan nama Sekolah Jerman Hindia Belanda MULO (Meer Uitgebreid Leger Onderweijs),” ujarnya.

Di tiga tempat bersejarah tersebut, petugas membagikan masker kepada pengendara jalan. Kegiatan dilanjutkan dengan membagikan bantuan kebutuhan sehari-hari berupa sembako dan perlengkapan kesehatan pribadi berupa masker dan hand sanitizer kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.

“Seperti Kuli Panggul, Supir Angkot, Driver Bus dan Driver Ojol. Sebelumnya, kita juga menggelar tasyakuran dan doa bersama seluruh Anggota Satlantas beserta PHL Satlantas Polresta Mojokerto dengan sederhana,” jelasnya. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar