Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Hari Keempat Pencarian Bocah SD Hanyut di Sungai Kebundadap Saronggi Libatkan Paranormal

Upaya pencarian bocah SD yang hanyut di sungai (foto: Humas Polres Sumenep)

Sumenep (beritajatim.com) – Pencarian terhadap Fidya Talitatus Shofiyah (8), warga Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, yang hilang terseret arus sungai, kembali diteruskan, Selasa (22/03/2022). Hari ini merupakan hari keempat upaya pencarian korban.

Pencarian tersebut melibatkan personel Basarnas, Polsek dan Koramil Saronggi, Unit Sabhara Polres Sumenep, kemudian Tagana, BPBD dan Damkar Sumenep, serta aparat Desa Kebundadap Barat dan Kebundadap Timur beserta warga sekitar.

“Hari ini pencarian dibagi menjadi dua tim. Satu tim melakukan pencarian dengan menyisir pinggir pantai, dan tim kedua melakukan pencarian di gorong-gorong aliran air,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Selasa (22/03/2022).

Tim yang melakukan pencarian di laut menyisir Pantai Desa Kebundadap Timur, Desa Tanjung, dan Desa Pagarbatu menggunakan perahu rakyat sebanyak 3 perahu. Personil yang ikut di tim ini terdiri dari Polsek, Koramil, BPBD dan Damkar, serta pemerintahan Desa.

Sedangkan Basarnas menyisir perairan Laut dari Pelabuhan Kalianget, Pulau Giligenting dan Perairan Saronggi. “Selain itu, juga melakukan penyisiran di sungai natas Desa dan Gorong-gorong sungai di setiap tumpukan sampah dan lumpur,” ujar Widiarti.

Dalam upaya pencarian korban di hari keempat ini, tim juga dibantu oleh seorang Paranormal (Indigo) yang tidak bersedia disebutkan identitasnya. “Sampai sampai saat ini korban masih belum diketemukan. Kegiatan pencarian oleh tim gabungan akan dilanjutkan lagi besok. Namun masyarakat sekitar tetap melanjutkan pencarian,” terang Widiarti.

Fidya Talitatus Shofiyah (8), warga Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, hilang terseret arus sungai perbatasan Desa Kebundadap Barat dan Kebundadap Timur. Korban merupakan siswa SD kelas II.

Peristiwa nahas itu berawal ketika korban pulang mengaji bersama neneknya. Mereka melalui jalan yang terdapat luapan air yang melebihi tanggul sungai. Korban diduga terjatuh dan terseret arus ke sungai tersebut. Saat kejadian, sungai memang sedang meluap akibat derasnya hujan. (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar