Peristiwa

Hari ke-7, Korban Bunuh Diri di Sungai Bengawan Solo Belum Ditemukan

Gresik (beritajatim.com) – Hingga hari ketujuh, pencarian korban bunuh diri di Sungai Bengawan Solo belum membuahkan hasil. Korban atas nama Fuad Thoifi Ihsan (22). Dia nekat menceburkan diri di atas Jembatan Sembayat. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda jasadnya ditemukan tim SAR.

Belum ditemukannya jasad korban, membuat pihak keluarga bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, turut melakukan pencarian menyusuri sungai Bengawan Solo. Selama satu jam setengah, pihak keluarga bersama BPBD Gresik melakukan pencarian di tempat kejadian musibah (TKM) hingga pos di Dusun Ngaren, Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah.

Keluarga korban, Sasmita, hanya bisa memandang tepi sungai mencari keberadaan keponakannya. Bahkan, paman korban tersebut, hingga kembali ke posko belum membuahkan hasil. “Belum ada tanda-tanda korban ditemukan,” ujarnya, Sabtu (18/1/2020).

Saat menyusuri sungai terpanjang di Pulau Jawa itu, Sasmita meyakini keponakannya masih berada di dalam dasar sungai. “Keterangan dari pihak keluarga menyangkut di perbatasan Ngaren dan Bedanten,” ungkap Sasmita.

Sementara ayah korban, Zainul yang mengenakan pakaian berwarna coklat lengkap dan sarung tidak ikut menyisir. Zainul hanya menatap kosong sungai Bengawan Solo yang cukup deras. Dengan harapan putra bungsunya ditemukan dalam keadaan apapun. “Semoga lekas ketemu,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak keluarga sudah berupaya melakukan pencarian baik menyisir bersama BPBD maupun perahu nelayan. Saat ini, keluarga korban telah kembali pulang. Namun, jasad Fuad belum ditemukan. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar