Peristiwa

Hari Ini Suhu di Bojonegoro Capai 42 Derajat Celcius

Foto: Antara

Bojonegoro (beritajatim.com) – Suhu udara yang ada di Kabupaten Bojonegoro pada pukul 12.30 WIB mencapai 42 derajat celcius. Hal itu sesuai dengan hasil ukur suhu yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro menggunakan alat Thermo Hygro, Selasa (24/9/2019).

Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah mengatakan, ada beberapa sebab sesuai dengan kajian yang dilakukan DLH, yang mengakibatkan suhu di Bojonegoro tinggi. Akibat suhu udara yang tinggi berpengaruh terhadap sinar matahari yang semakin terasa panas. “Salah satu penyebab, tingginya suhu udara tersebut karena Bojonegoro kini menjadi kota industri pengeboran minyak dan gas bumi (Migas),” ujarnya.

Selain menjadi kota industri, beberapa hal yang mempengaruhi suhu panas ini, karena terjadi musim kemarau panjang, ruang terbuka hijau (RTH) yang belum sesuai, gas metan sampah, maupun polusi dari kendaraan bermotor. “Kendaraan bermotor jumlahnya meningkat dan meningkatnya polusi, serta disebabkan oleh efek rumah kaca,” jelasnya.

Salah seorang warga Kecamatan Kanor, Hadi, mengungkapkan panas matahari selama dua hari terakhir ini terasa sangat menyengat. Akibat yang dirasakannya, saat beraktifitas di luar ruangan terlalu lama kepala terasa pusing. “Panas sekali rasanya dua hari terakhir ini,” keluhnya.

Sementara Juru Bicara Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Rexi Mawardijaya saat ditanya berapa jumlah gas yang dibakar dalam pengeboran Blok Cepu hanya memberi keterangan bahwa dalam beroperasi, EMCL mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku, termasuk aturan pengoperasian tiang suar bakar sebagai alat keselamatan. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar