Peristiwa

Hari Ini Jalan Yos Sudarso Surabaya Ditutup

Surabaya (beritajatim.com) – Meski sempat ditunda, namun mulai Senin (1/7/2019), Jalan Yos Sudarso Surabaya akan ditutup. Penutupan ini akan berlangsung hingga 4 Juli 2019 untuk persiapan pembangunan alun-alun basemen Surabaya.

“Jadi penutupan Jalan Yos Sudarso dilakukan pada 1-4 Juli 2019,” kata Iman Krestian, Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Surabaya, Senin (1/7/2019).

Penutupan bakal dilakukan berkala. Iman menjelaskan, untuk jadwal penutupan yakni pada 1-2 Juli ditutup jalur sebelah barat Jalan Yos Sudarso sehingga kendaraan dari Gubernur Suryo menuju Yos Sudarso ditutup dulu.

Kemudian, lanjut dia, 3-4 Juli akan dilakukan penutupan Jalan Yos Sudarso sisi timur sehingga kendaraan dari Jalan Pemuda menuju Jalan Yos Sudarso akan dialihkan.

“Dalam empat tersebut akan dilakukan penggalian tanah terlebih dulu. Kemudian tes untuk mengetahui jaringan juga sudah dilakukan tapi belum mencukupi untuk mengetahui titik mana letak jaringan fiber optik dan utilitas lainnya,” bebernya.

“Laporan utilitas apa saja sudah ada, kita sudah kirimkan pemberitahuan ke vendor fiber optik. Jadi pada saat penggalian, kami akan mengundang seluruh stake holder jaringan yang ada di sana. Untuk fiber optik ada 10 perusahaan. Undangan baru kami luncurkan lagi termasuk persil-persil di sekitar Yos Sudarso seperti Zangrandi. Selain fiber optik, ada PGN dan PDAM. Ini juga harus dengan perizinan dari Dinas PU dan Bina Marga,” tambah Iman.

Kemudian, lanjut Iman, setelah tes PIP dan terpetakan maka semua vendor akan diajak komunikasi. Untuk persiapan pengalihan-pengalihan diperkirakan sekitar 2 minggu, sesudah itu akan ditutup total sekitar 6 bulan untuk pembuatan pondasi dan basemen baru bisa dilakukan lagi.

“Jalan akan dibongkar total, kita bangun jaringan baru kemudian baru jaringan lama akan dipindahkan. Sesudah 6 bulan itu, masih ada pengerjaan di bawah tanah, jadi 6 bulan itu diusahakan jalan bisa dilalui dulu,” katanya.

Untuk target pengerjaan, kata Iman, sampai Desember 2020 dengan anggaran APBD sebesar Rp 76 miliar dan dibagi 2 tahun.

“Tujuan pembangunan alun-alun basemen ini agar Surabaya punya ruang publik sebanyak-banyaknya. Membangun ruang publik yang layak dan tentatif untuk warga kota serta wisatawan. Ada penambahan icon di Surabaya serta kado untuk masyarakat Surabaya,” pungkasnya. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar