Peristiwa

Hari ini, Ada 3 Kebakaran di Kabupaten Mojokerto

Pelantikan sebelas orang pejabat Pemkab Sampang di pelataran makam Ratoh Ebuh atau di area Masjid Madagan

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat, ada tiga kasus kebakaran yang terjadi pada, Jumat (25/10/2019). Satu kebakaran tiga rumah, satu kebakaran lahan dan satu kebakaran hutan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, kebakaran pertama terjadi di Dusun Urung-urung, Desa Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. “Kebakaran terjadi sekira pukul 09.00 WIB,” ungkapnya.

Masih kata Zaini, sumber api diduga berasal dari rumah Katirah (58). Api muncul diduga disebabkan oleh konsleting listrik (arus pendek) pada bagian atap rumah. Selain itu, karena faktor angin yang kencang sehingga menyebabkan api membesarnya.

“Api merembet ke dua rumah warga lainnya, yakni rumah milik Sholikin (48) dan rumah milik Sawi (80). Yang terbakar pada bagian bangunan atap dan perabotan rumah, luas yang terbakar dari ketiga rumah tersebut kurang lebih 20 x 25 m².,” katanya.

Sekira pukul 11.05 WIB, api berhasil dipadamkan setelah dua unit mobil PMK milik BPBD Kabupaten Mojokerto diterjunkan ke lokasi kebakaran. Kerugian masih dihitung, kebakaran kedua terjadi di Dusun Kembangsri, Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

“Kebakaran terjadi sekira pukul 10.00 WIB di lahan yang disebabkan pembakaran sampah serta faktor angin yang menyebabkan cepat membesarnya dan membakar semak belukar. 2 unit mobil PMK milik BPBD Kabupaten Mojokerto diterjunkan ke lokasi,” ujarnya.

Zaini menambahkan, luas lahan yang terbakar kurang lebih 2000 m². Kebakaran ketiga, kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Blok Bukit Semar di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Yakni masuk wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo.

“Kahutla terjadi sekira pukul 13.00 WIB, tim masih di lapangan berusaha menjangkau sedekat mungkin dengan titik api guna untuk mendapatkan titik koordinat lokasi. Walaupun lokasinya terjal dan sulit untuk dicapai. TRC BPBD merapat ke lokasi kebakaran,” jelasnya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, berkolaborasi dan melakukan koordinasi dengan Tim Tahura. Hasilnya, di lokasi medan dijangkau amat sulit sehingga diperlukan upaya water bombing.

“Upaya water bombing perlu dilakukan agar api tidak menyebar lebih luas, selain itu karena mengingat jalur darat yang sulit dijangkau. Hingga saat ini, kita msih terus berkoordinasi dengan Tim Tahura R Soerjo,” pungkasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar