Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Harga Telur Anjlok, Peternak Ayam di Sumenep Merugi

Rusdi, peternak ayam petelur di Sumenep menjerit terkait makin anjloknya harga telur di pasaran

Sumenep (beritajatim.com) – Peternak ayam petelur di Sumenep menjerit terkait makin anjloknya harga telur di pasaran. Apalagi, harga pakan ayam justru makin melambung.

“Harga telur ayam broiler sudah beberapa waktu ini anjlok. Sementara harga pakan ayam justru naik. Ini terasa benar-benar memberatkan kami, para peternak ayam,” kata salah satu peternak ayam petelur di Kecamatan Bluto, Rusdi, Sabtu (25/09/2021).

Menurut peternak yang tergabung dalam Gerakan Peternak Rakyat Indonesia (Gaprindo) ini, harga telur di tingkatan peternak saat ini hanya Rp 14.000 – 15.000 per kg. Biasanya di atas Rp 19.000 per kg.

“Turunnya harga telur itu membuat kami terus merugi. Harga telur di pasaran tidak seimbang dengan harga jagung sebagai pakan ayam yang makin mahal,” ujarnya.

Rusdi, peternak ayam petelur di Sumenep menjerit terkait makin anjloknya harga telur di pasaranIa menduga, penyebab anjloknya harga telur itu salah satunya adalah daya serap masyarakat yang turun. Selain itu, juga dipengaruhi oleh beredarnya telur HE atau telur yang tidak layak konsumsi.

“Karena itu, kami berharap pemerintah campur tangan untuk memperbaiki harga telur di pasaran. Kalau tidak, makin lama akan makin banyak peternak ayam petelur yang gulung tikar karena merugi,” ucapnya. (tem/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar