Peristiwa

Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Lamongan Terpantu Masih Stabil

Lamongan (beritajatim.com) – Memasuki pekan ke tiga dan menjelang Idulfitri 1442 Hijriah, ketersediaan kebutuhan bahan pokok (sembako) di Lamongan dijamin masih stabil. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan, Muhammad Zamroni, Rabu (05/05/2021).

Zamroni meminta masyarakat Lamongan tak perlu khawatir akan adanya lonjakan harga, karena selama ini stok sembako seperti beras, cabai, dan komoditas lainnya lebih dari cukup. Bahkan mampu menyumbang pangan nasional.

“Hasil pantauan, ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar seperti Cabai Rawit, Cabe Merah Besar, Bawang, dan lain-lain di Lamongan lebih dari cukup, sehingga masyarakat bisa tenang,” ujarnya.

Mengenai harga sembako, tambah Zamroni, hingga kini masih stabil dan terjangkau. “Soal harga kebutuhan bahan pokok masih terjangkau. Meski ada kenaikan, tetapi masih sedikit seperti telur dan tepung. Akan tetapi masih di bawah harga eceran tertinggi (HET),” jelasnya.

Mulyani (44), salah satu pedagang sembako di pasar tradisional Lamongan mengatakan bahwa sejumlah bahan pokok belum ada kenaikan signifikan dan masih stabil. “Belum ada kenaikan dan harga sejumlah bahan pokok masih stabil,” ujarnya.

Harga bahan pokok, ia melanjutkan, seperti cabe dan bawang masih stabil harganya, hanya ada beberapa yang mengalami kenaikan, tapi tidak signifikan.

“Hari ini, Cabe Rawit harganya masih sama seperti hari sebelumnya, Rp 45 ribu per kilogramnya, Cabe Merah Besar Rp 35 ribu, bawang merah dan putih sama Rp 25 ribu. Hanya saja, telur kadang harganya tidak menentu, sedangkan untuk tepung harga naik, meski mengalami kenaikan hanya Rp 1 ribu,” lanjut Mulyani

Berdasarkan informasi dari beberapa pedagang di pasar tradisional Lamongan, kenaikan harga akan diprediksi naik saat H-3 Lebaran, sebab angka permintaan naik. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar