Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Hampir Sebulan, Mobil INCAR Catat 3.124 Pelanggaran Lalin di Ponorogo

Mobil INCAR milik Satlantas Polres Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Mobil Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR) milik Satlantas Polres Ponorogo sudah beroperasi kurang lebih sebulan. Selama rentang waktu tersebut, mobil inovasi Polda Jawa Timur (Jatim) itu, di bumi reog sudah mencatat sedikitnya 3.124 pelanggaran. Jumlah pelanggaran itu didapat saat mobil beroperasi di jalanan wilayah Kabupaten Ponorogo.

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo lewat Kasat Lantas AKP Ayip Rizal menjelaskan dari 3.124 pelanggaran yang berhasil di capture oleh kamera mobil INCAR, masih akan dilakukan verifikasi lagi oleh petugas. Usai diverifikasi, kemudian akan dikirimkan surat konfirmasi dengan alamat sesuai yang ada di nomor polisi (nopol) kendaraan.

“Masyarakat yang sudah melakukan konfirmasi sekitar 200an. Mereka menyatakan dan mengakui kendaraan yang dipakai itu melakukan pelanggaran lalu lintas,” ungkap mantan atlet bola voli nasional itu.

Ayip menjelaskan bahwa surat yang dikirim masyarakat lewat kantor pos itu bukan surat tilang, namun surat konfirmasi. Dimana pihak satlantas ingin mengkonfirmasi kebenaran pemilik dari kendaraan yang pelanggarannya tercatat mobil INCAR.

“Banyak yang salah mengartikan, masyarakat banyak yang protes. Mobil atau motornta sudah dijual tapi kok dikirim ke pemilik lama. Padahal di surat itu sudah tertera bahwa itu surat konfirmasi. Nantinya, mereka yang dikirimi bisa menindaklanjuti secara online, lewat aplikasi skrip yang bisa di download di PlayStore atau AppStore,” jelas Ayip.

Besaran pembayaran denda tilang ini, kata Ayip tergantung dari keputusan pengadilan. Bisa dilakukan secara online, namun pelanggar harus transfer dengan denda maksimal sebanyak Rp 500 ribu. Kalau hasil sidang, dendanya hanya Rp 50 ribu, maka sisanaka uangnya akan di kembali ke rekening yang ditransfer.

“Jadi bukan semata-mata dendanya Rp 500 ribu itu, tergantung hasil sidang. Nanti kalau masih ada sisa, akan dikembalikan ke rekening yang ditransfer awal,” katanya.

Jika setelah dikirimi surat konfirmasi, tidak ada tindak lanjut, biasanya ada pemblokiran pajak, sampai tagihan pelanggaran itu dijawab. Pelanggaran terbanyak didominasi pengendara roda dua. Yakni tidak mengenakan helm dan pelanggaran kontra flow.

“Kebanyakan pelanggaran tidak memakai helm dan kontra flow,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar