Peristiwa

Hama Wereng Mengganas, Petani di Jombang Harap-harap Cemas

Petani di Kecamatan Tembelang melakukan penyemprotan di lahan mereka yang terserang wereng

Jombang (beritajatim.com) – Menjelang panen, petani di Jombang diliputi perasaan cemas. Hal itu menyusul munculnya serangan hama wereng di lahan padi mereka. Dinas Pertanian setempat mencatat, dalam dua bulan terakhir (Juli-Agustus) sudah 48 hektar sawah yang terserang hama tersebut.

Siang hendak berganti sore ketika Wodo (64) menyambangi sawah miliknya di Dusun Balongombo, Desa/Kecamatan Tembelang. Wodo berdiri di pematang. Pandangannya menyapu hamparan tanaman padi di depannya. Angin sepoi-sepoi mengusir keringat yang mulai membasahi tubuh petani ini.

Namun di baliknya hijaunya hamparan padi itu, ada beberapa bagian yang terlihat meranggas. Tanam padi tersebut mengering mulai batang hingga daun. Wodo mencabut sebatang, mengamatinya dengan seksama. “Ini mengering karena terserang wereng,” kata Wodo menunjukan tanaman yang dimaksud, Jumat (28/8/2020).

Wodo masih beruntung, karena hama wereng tidak menghajar seluruh lahan miliknya seluas 300 ru (sekitar setengah hektar). Serangan hanya sporadis. Itu karena Wodo cepat bertindak. Begitu mengetahui ada wereng, dia langsung melakukan penyemprotan.

Wodo sadar, ketika terlambat tertangani, maka serangan hama tersebut akan cepat meluas. Jika sudah demikian, tentu saja mimpi petani untuk mendapatkan hasil panen melimpah akan musnah. “Jadi saat awal ada serangan wereng, saya langsung menyeprotkan obat,” kata Wodo.

Wodo mengatakan, padi miliknya sudah berusia 85 hari. Artinya, kurang dua pekan lagi, padi yang sudah bunting itu siap dipanen. Sedangkan hama wereng itu, lanjut Wodo, mulai menyerang sekitar satu bulan lalu. Yakni, ketika hujan deras mengguyur mulai sore hingga malam.

Keresahan serupa diungkapkan Miftahul Ulum (45), petani lainnya. Semenjak wereng meyerang lahan pertanian miliknya, dia semakin rajin ke sawah. Yakni setiap pagi dan sore. Hal itu untuk memantau lahan seluas dua hektar yang juga terserang wereng.

Lahan padi di Kecamatan Tembelang yang mengering karena serangan hama wereng

Menurut Ulum, padi yang terkena serangan wereng berumur 70 hari. Bukan hanya lahan miliknya, tapi hampir merata semua petani di Kecamatan Tembelang terkena serangan serupa. Agar hama tidak meluas, Ulum juga melakukan tindakan penyemprotan.

Ulum lantas menunjuk lahan padi di sebelahnya yang terpaksa dipanen dini. Hal itu untuk menghindari meluasnya serangan wereng. “Karena sudah tidak bisa diatasi, akhirnya dipanen dini. Hasil panennya merosot hingga 50 persen,” ujar Ulum sembari menunjuk lahan milik tetangganya yang dimaksud.

Kepala Dinas Pertanian Jombang Priadi membenarkan ganasnya serangan hama wereng tersebut. Berdasarkan laporan yang masuk ke dinas, sudah ada 48 hektar sawah yang terserang wereng. Lahan padi tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Yang paling parah adalah Kecamatan Tembelang.

Priadi juga sudah mengimbau agar petani melakukan penyemprotan secara bersamaan. Karena hanya dengan cara itu hama wereng bisa dikendalikan. “Kami sudah menurunkan tim dari dinas. Kami juga meminta petani agar dalam penyemprotan melakukannya secara bersama-sama,” kata Priadi ketika ditemui secara terpisah. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar