Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Hajatan Pernikahan di Gresik Kembali Dibubarkan Satgas Gabungan

Gresik (beritajatim.com)- Hajatan pernikahan di Gresik, kembali dibubarkan aparat satgas gabungan ditengah aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kali ini, satgas gabungan Muspika Kecamatan Duduk sampeyan, terpaksa membubarkan acara hajatan pernikahan yang diselenggarakan oleh warga di Desa Sumari. Pembubaran ini dilkukan untuk mencegah kerumunan dan berakibat menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembubaran hajatan pernikahan itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Duduksampeyan AKP Bambang Angkasa bersama anggota.Koramil Duduksampeyan dan Gugus Tugas tingkat Kecamatan serta pihak Desa setempat.

“Pembubaran ini dilakukan dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan dan telah melanggar kebijakan PPKM Darurat. Dimana kegiatan masyarakat ini diindikasikan akan menimbulkan kerumunan warga yang nantinya menjadi tempat penyebaran virus Covid-19,” ujar AKP Bambang Angkasa, Senin (19/07/2021).

Sesuai aturan yang melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang PPKM Darurat Berbasis Mikro dan Surat Edaran Bupati Gresik Nomor 13 Tahun 2021 Tentang PPKM Darurat Berbasis Mikro yang dimana adanya larangan untuk melaksanakan kegiatan hajatan.

Terkait dengan aturan itu, Bambang menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dengan cara 5M. Yakni, menakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas, dan menghindari kerumunan. Serta mentaati kebijakan penerapan PPKM Darurat.

“Kami berharap penerapan PPKM Darurat ini memberikan dampak positif untuk warga. Khususnya, di Kecamatan Duduksampeyan. Sehingga, angka penyebaran Covid-19 dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat kembali menggeliat,” pungkasnya. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar