Peristiwa

Hadang Pemudik, Polres Bangkalan Lakukan Penyekatan di Sejumlah Titik

Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron

Bangkalan (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang jatuh pada 13 Mei 2021, pemerintah secara serentak melakukan imbauan larangan mudik. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron menyampaikan agar masyarakat tak melakukan mudik lebaran. Ia tak ingin kasus yang terjadi di India juga terjadi di Bangkalan. “Saat ini sudah gelombang ketiga di India, angka kematian perhari mencapai 2000 jiwa,” jelasnya, Senin (26/4/2021).

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto mengatakan, penyekatan jelang lebaran akan dilakukan pada pintu masuk Suramadu. Sebab menurutnya, adanya tradisi Toron (mudik lebaran) terjadi di Bangkalan.

“Suramadu dan Pelabuhan akan kami lakukan penyekatan, hal ini sebagai langkah antisipasi memutus penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, Kabagops Polres Bangkalan, Kompol I Made Widhyana menyebut sebanyak 207 personil akan diterjunkan untuk penyekatan tersebut. Penyekatan akan efektif dilakukan pada 6 hingga 17 Mei 2021.

“Memang arahan persiapan sejak 22 hingga 5 Mei, kemudian penyekatan yang betul-betul tidak boleh mudik itu tanggal 6 hingga 17 Mei,” ungkapnya.

Ia menyebut, akan meminta memutar balik pengendara yang nekat melakukan mudik tanggal 6 hingga 17 Mei. Bahkan, pihaknya akan melakukan razia seluruh pengendara termasuk kendaraan besar.

“Untuk kendaraan logistik, ambulans dan yang berhubungan dengan kebutuhan publik akan tetap bisa jalan, namun untuk kendaraan pribadi atau angkutan penumpang harus putar balik,” imbuhnya.

Diketahui, hanya beberapa kota yang boleh masuk ke Madura, diantaranya Surabaya, Gresik dan Lamongan. Selain itu, petugas akan melakukan putar balik agar kembali ke tempat asal. [sar/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar