Peristiwa

H+5, Pencarian Korban Hanyut di Sungai Pikatan Mojokerto Dihentikan

Sungai Pikatan, diduga korban hilang karena hanyut terbawa arus sungai. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Operasi SAR di Sungai Pikatan Desa Desa Padi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto untuk mencari seorang warga bernama Sagi (60) yang diduga hanyut pada, Rabu (26/2/2020) pekan lalu dihentikan. Menyusul Operasi SAR sudah berlangsung 5 hari, namun korban tak juga ditemukan.

Koordinator Lapangan Basarnas Surabaya, Ainul Mahdun mengatakan, penarikan anggota Basarnas Surabaya dalam proses pencarian korban hanyut di Sungai Pikatan yang berlokasi di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto dilakukan pada hari ke lima. “Hingga kemarin belum ada tanda tanda adanya jasad korban,” jelasnya, Selasa (3/3/2020).

Tim juga sudah berusaha keras melakukan upaya penyisiran di 25 km dari lokasi awal korban dikabarkan hilang. Namun korban belum juga ditemukan sehingga operasi pencarian korban dihentikan setelah petugas berkoordinasi dengan pihak keluarga hingga pimpinan.

“Meski dihentikan, namun tim pencarian korban hanyut masih terus berusaha dilakukan. Proses pencarian masih akan dilakukan namun hanya dengan pemantauan di titik-titik tertentu oleh relawan dan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, korban merupakan warga Dusun Slawe, Desa Padi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. “Korban dikabarkan keluarganya hilang pada, Rabu (26/2/2020) pekan lalu,” ungkapnya.

Diduga korban hanyut di Sungai Pikatan saat banjir terjadi. Pasalnya, lanjut Zaini, saat itu terjadi bencana banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto setelah sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto diguyur hujan deras. Pencarian terhadap korban pun dilakukan mulai Kamis (27/3/2020) sampai Selasa hari ini.

“Operasi SAR sudah mencapai kurang lebih 25 km dari lokasi awal korban diduga hanyut. Namun masih belum ada tanda-tanda keberadaan korban dan dari hasil evaluasi yang melibatkan pihak keluarga, Instansi dan juga perangkat desa maka Operasi SAR dihentikan,” katanya.

Zaini menambahkan, operasi dilanjutkan dengan metode pemantauan menggunakan jaring komunikasi. Kabar hilangnya baru disadari keluarganya pada, Kamis (27/2/2020) sekira pukul 04.30 WIB. Saat itu, istri korban Tamsiah (50) mencari korban namun korban tidak ada di rumah. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar