Peristiwa

Gus Sholah Pimpin Pesantren Tebuireng Sejak 13 April 2006

KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah

Jombang (beritajatim.com) – Meksi kariernya di pentas politik nasional cukup moncer, namun KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah justru rela pulang kampung ke Jombang untuk mengurusi pesantren peninggalan kakeknya, KH Hasyim Asyari. Gus Sholah memimpin pesantren Tebuireng Jombang sejak 2006, menggantikan pamannya KH Yusuf Hasyim atau Pak Ud.

Pergantian itu dilaksanakan pada 13 April 2006. Sejak itu, adik kandung KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini lebih banyak tinggal di pesantren. Gus Sholah menghuni ‘dalem kasepuhan’ yang berada di samping Masjid Tebuireng. Sejak dipegang Gus Sholah, pesantren Tebuireng berkembang cukup pesat.

“Di bawah Gus Sholah, pesantren Tebuireng membangun cabang di sejumlah daerah. Di antaranya, di Pandeglang Banten, Indragiri Hilir Riau, Rejang Lebong Bengkulu. Total ada 15 cabang Tebuireng di Indonesia,” kata pengurus pesantren Tebuireng Jombang Teuku Azwani, Minggu (2/2/2020).

Berdasarkan data di pesantren Tebuireng, Gus Sholah merupakan pengasuh yang ke tujuh sejak generasi sang kakek, KH Hasyim Asyari. Kiai Hasyim memimpin Tebuireng periode 1899-1947.

Diberitakan sebelumnya, pengasuh pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah mengembuskan nafas terakhir di rumah sakit Harapan Kita, Jakarta, Minggu (2/2/2020) sekitar pukul 21.00 WIB. Cucu pendiri NU itu menjalani operasi jantung.

Gus Sholah, lahir di Jombang 11 september 1942. Dia merupakan putra ketiga dari enam bersaudara dari pasangan KH Wahid Hasyim dan Nyai Hj. Sholihah. Gus Sholah menempuh pendidikan umum mulai dari SD Perwari Salemba, SMP Negeri 1 Cikini, kemudian SMA Negeri 1 Budi Utomo hingga menamatkan kulaihnya di jurusan Arsitek ITB (Institut Teknologi Bandung). [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar