Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Guru TK dan PAUD Bantu Penyembuhan Trauma Anak-Anak Pengungsi Korban Erupsi Semeru

Lumajang (beritajatim.com) – Bencana erupsi Semeru memunculkan rasa trauma pada warga yang menjadi korban. Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengundang empat guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) untuk membantu penyembuhan trauma pada anak-anak korban bencana di pengungsian.

“Hampir banyak yang tidak bisa makan, tidak bisa masuk nasinya, karena berpikir mau pulang ke mana. Dia merasa tidak punya rumah lagi, mau makan apa, mau ke mana. Jadi trauma seperti itu menjadi tugas kami untuk memberikan rasa perlindungan supaya traumanya bisa dikendalikan,” kata Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar.

Saat berkunjung ke lokasi pengungsian di Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Minggu (5/12/2021) kemarin, Indah bertemu anak-anak kecil. “Dari 220 pengungsi, sekitar 30-40 adalah anak kecil. Saya mengundang ibu guru TK dan PAUD untuk memberikan trauma healing kepada anak-anak,” kata Indah.

Menurut Indah, anak-anak itu senang dan bergembira. Penyembuhan trauma ini akan dilakukan terus hingga trauma hilang. Program penyembuhan trauma ini akan dilakukan secara massif nantinya.

Sementara untuk rumah korban bencana Semeru yang hancur, Indah mengatakan, pemkab akan melakukan identifikasi. “Semoga pemerintah pusat ke depan membangunkan rumah-rumah untuk mereka. Kemarin (korban) terjadinya gempa, belum dibangunkan rumahnya. Sudah berapa bulan dari peristiwa gempa? Kami sudah setor by name dan by address lengkap dengan foto-fotonya. Tapi sampai sekarang tidak ada. Saya sampai lupa jumlahnya. Aduh, banyak,” kata Indah.

Pemkab Lumajang hanya bisa membangun hunian sementara untuk korban gempa. “Tapi kan juga tidak banyak membantu,” kata Indah. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar