Peristiwa

Gunung Semeru Erupsi 13 Kali, Jalur Pendakian Ditutup

Malang (beritajatim.com) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sementara jalur pendakian gunung Semeru mulai hari ini, Senin (30/11/2020) hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Surat yang dikeluarkan tanggal 29 November 2020, ditandatangani oleh Plt Kepala Balai Besar, Agus Budi Santosa. Dalam surat itu menyebut, penutupan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu akibat diketahui ada aktivitas letusan dan guguran lava pijar sebanyak 13 kali dengan jarak kucur kurang lebih 500-1000 meter dari ujung lidah lava ke arah besuk kobokan.

“Bersama ini Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup kegiatan pendakian Gunung Semeru secara total sejak tanggal 30 November 2020 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan,” tulis pengumuman itu melalui surat yang ditandatangani Plt Kepala Balai Besar Bromo Tengger Semeru, Agus Budi Santosa.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Syarif Hidayat membenarkan surat edaran itu. Ia berharap pendaki yang naik pada Minggu (29/11/2020) kemarin sudah turun hari ini, Senin (30/11/2020).

“Batasnya pendakian kan 2 hari 1 malam. Jadi saya kira pendaki mestinya sudah turun hari ini,” tuturnya saat dikonfirmasi, Senin (30/11/2020).

Kata dia, petugas TNBTS akan mendata seluruh pendaki yang sudah turun.

“Kalau ada yang belum turun maka kita akan menyisir area pendakian,” tutupnya.

Namun, meski terjadi peningkatan aktivitas vulkanik dan mengalami erupsi, status Gunung Semeru saat ini masih berada waspada atau Level 2, sama seperti sebelumnya. [yog/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar