Peristiwa

Gunung Raung di Banyuwangi Erupsi

Dokumen Gunung Raung erupsi tahun 2015. [Foto/Rindi]

Banyuwangi (beritajatim.com) – Gunung Raung di perbatasan tiga Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember mengalami erupsi. Kondisi ini terlihat berdasarkan pantauan kamera pemantau di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Raung, di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

Dari pantauan CCTV itu terlihat visual asap pekat keluar dari puncak kaldera. “Rekaman dari seismograf, tengah malam sampai dini hari terekam gempa-gempa hembusan. Tadi pagi sempat ada asap berwarna putih. Menjelang siang kecoklatan, dan setelah siang berwarna abu-abu. Tingginya 100 hingga 200 meter dari kawah,” jelas Kepala Pos PGA Raung, Mukijo, Kamis (16/7/2020).

Meski demikian, Mukijo menyebut, kondisi saat ini masih relatif aman. Begitu juga bagi warga di sekitar lereng gunung setinggi 3.260 Mdpl itu. “Belum ada laporan hujan abu. Kalau pemukiman masih cukup jauh, sekitat 10 kiloan dari kawah,” katanya.

Hingga kini, gunung raung masih dalam status aktif normal. Berdasarkan data, gunung raung terakhir kali mengalami erupsi pada 2015 silam Pos PGA merekomendasikan agar warga tidak melakukan aktivitas dan mendekati puncak raung.

“Tidak ada larangan khusus, tapi kami mengimbau agar tidak mendekati gunung raung. Kalau sekarang, rekaman seismograf masih berlangsung. Ke depan kita pantau terus. Kalau status belum naik. Masih dievaluasi,” terangnya. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar