Peristiwa

Gunung Bekel Akan Direhabilitasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Perum Perhutani KPH Pasuruan akan melakukan penanaman kembali di kawasan Gunung Bekel yang terbakar. Ini dilakukan menyusul terjadinya banjir dan longsor serta sudah adanya program Rehabilitasi Hutan Lindung (RHL) di tahun 2019.

Administratur Perum Perhutani KPH Pasuruan, Loesy Triana mengatakan, ada kemungkinan banjir dan longsor yang terjadi di Ngoro dan Trawas, Kabupaten Mojokerto, disebabkan karena kawasan savana Gunung Bekel terbakar pada musim kemarau beberapa waktu lalu.

“Kami sudah cek lokasi memang posisi savana, savana otomatis pada musim kemarau mudah terbakar. Kami sudah meminta petugas lapangan untuk menelusuri naik sampai ke Petak I Gunung Bekel, tahun kemarin terjadi kebakaran. Mungkin itu bagian dari dampak (kebakaran, red),” ungkapnya, Senin (21/1/2019).

Masih kata Loesy, pihaknya akan melakukan pengecekan kembali ke gunung dengan ketinggian 1260 mdpl tersebut dan melakukan penanaman kembali. Pasalnya, kebetulan di tahun 2019 ada RHL. Menurutnya, RHL akan segera dilakukan tinggal menunggu perintah dari pusat.

“Kebetulan posisi di atas sangat tinggi dan lokasi berbatu, kami kesulitan untuk melakukan menanam yang mampu tumbuh di atas. Selain RHL, kami juga berupaya menebar biji-bijian seperti ceres dan apapun jenis tanamannnya. Luas Penanggungan akan dilakukan RHL sekitar 200 hektar,” jelasnya.

Gunung Bekel merupakan anak Gunung Penanggungan dengan ketinggian 1260 mdpl. Ada tiga desa yang berada di kaki Gunung Bekel yaitu Desa Seloliman, Kecamatan Trawas yang berada di kaki bagian barat. Di kaki Gunung Bekel bagian utara terdapat Desa Wotanmas Jedong dan Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro.

Sementara banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Ngoro dan Trawas, Kabupaten Mojokerto pada Jumat (19/1/2019) pekan lalu menerjang Desa Seloliman, Kecamatan Trawas dan Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro. Tidak ada korban jiwa, namun material longsoran menutup akses dua dusun di Desa Seloliman.

Hal yang sama terjadi di Wotanmas Jedong. Dua kandang milik warga rusak parah, bahkan satu diantaranya hilang, tujuh kambing mati dan satu sepeda motor hanyut. Selain itu akses masuk ke kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) juga tertutup material longsor. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar