Peristiwa

Gudang Gitar dan ‘Sparepart’ di Mojokerto Terbakar

etugas dari Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan pembasahan. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kebakaran terjadi di sebuah gudang gitar dan sparepart yang terletak di Dusun Trowulan, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Beruntung api tidak menjalar ke rumah yang berada di samping gudang.

Api diketahui dari dalam gudang sekitar pukul 16.30 WIB. Korban Abdul Rasyid (51) yang saat itu berada di depan rumah langsung meminta bantuan warga. Bersama warga, korban berusaha memadamkan api dan mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam gudang.

Dua unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto diterjunkan ke lokasi. Sekira pukul 17.50 WIB, petugas damkar berhasil memadamkan api yang membakar gudang dengan luas 5 x 20 m² tersebut.

Abdul Rasyid (51) mengatakan, sekira pukul 16.30 WIB tiba-tiba ada asap dari dalam gudang. “Saya di teras depan sini, saya kemudian ambil air dan istri minta tolong tetangga. Bikin gitar, sudah 7 tahun. Separuh habis,” ungkapnya, Kamis (5/1/2023).

Rasyid menjelaskan, usahanya dalam pembuatan gitar tersebut langsung dipesan oleh customer. Namun yang terbakar merupakan gudang kayu dan sparepart karena pabrik gitar sendiri ada di wilayah Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

“Di sini stok saja, jadi stok kayu, sparepart, elektroniknya. Di sini semua, pemesan dari costumer, langsung bayar. Kemungkinan korsleting listrik, perkiraan kerugian kurang lebih ada Rp200 juta,” jelasnya.

Sementara itu Analis Kebencanaan Ahli Muda, BPBD Kabupaten Mojokerto, Yanuar Fajar mengatakan, petugas mendapatkan informasi dari warga setempat terkait kebakaran di gudang gitar dan sparepart milik Abdul Rasyid (51) tersebut.

“Petugas PMK BPBD Kabupaten Mojokerto menerima laporan dari masyarakat setempat via telepon, dua unit armada diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman dan pembasahan. Sekira pukul 17.50 WIB, api berhasil dipadamkan,” katanya.

Diduga kebakaran akibat korsleting listrik. Yanuar menjelaskan, untuk luas gudang yang terbakar 5 x 20 m² dan akibat kebakaran tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp200 juta. Itu karena banyaknya sparepart di dalam gudang yang ikut terbakar.

“Tafsiran kerugian yang dialami korban kurang lebih Rp200 juta. Terkait cuaca, sesuai prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Juanda Sidoarjo dan pantauan SIMONA BPBD di wilayah Kabupaten Mojokerto terpantau mendung dan sebagian wilayah hujan,” tegasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar