Peristiwa

Gropyok Tikus, Cara Petani Bojonegoro Basmi Hama Saat Musim Tanam

Bojonegoro (beritajatim.com) – Petani di sebagian wilayah sekitar Sungai Bengawan Solo akan kembali memulai masa tanam padi. Salah satunya para petani di Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Sebelum memulai masa tanam, ada tradisi masyarakat yang sering dilakukan secara gotong royong. Seperti membasmi hama tikus. Para petani memiliki cara sendiri yang biasa disebut gropyok tikus. Atau memburu tikus dengan tongkat.

Salah seorang warga setempat yang ikut dalam kegiatan tersebut, Nurcholish mengatakan, gropyok tikus sudah menjadi tradisi para petani untuk membasmi hama tikus yang menyerang tanaman padi.

“Sebelumnya lubang rumah tikus itu disiram air dari selang diesel. Setelah penuh biasanya tikus keluar dan langsung diburu dengan cara dipukul dengan tongkat,” ujarnya, Senin (8/6/2020).

Gropyokan tikus massal tersebut dimulai pukul 07.30 WIB hingga tengah hari. Selain warga petani, beberapa perangkat desa bersama Petugas Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro juga turut membantu.

Sementara itu, hama tikus-tikus yang berhasil ditangkap dengan dipukuli tersebut lalu dikumpulkan dan dimasukkan karung. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar