Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Graha Lansia, Pusat Perawatan Orang Tua Terlantar di Kabupaten Malang (2)

Malang (beritajatim.com) – Berdiri di atas lahan 1.500 meter, Graha Lansia Husnul Khotimah, terbagi dua blok. Bolak A dan Blok B. Terdapat 60 orang lanjut usia atau Lansia terlantar yang dirawat seperti layaknya Panti Jompo atau Panti Asuhan.

Secara keseluruhan, Graha Lansia memakai dana mandiri. Termasuk bantuan dari sejumlah donatur tak mengikat, Yayasan Nurul Hayat hingga perusahaan swasta.

Bantuan secara sukarela juga datang dari warga setempat. Termasuk berupa bahan makananan (Sembako), Snack ringan, cemilan dan kue-kue. Seluruhnya, diperuntukkan bagi penghuni Graha Lansia Husnul Khotimah.

“Ada 12 orang pegawai atau relawan yang kami rekrut. Mereka kita beri upah, meski tak banyak juga. Ada yang bagian membersihkan kamar, merawat para Lansia kalau sakit, cuci baju, keamanan, bagian memasak juga. Yang kita tekankan pada semua pegawai disini, harus saling dukung dan tidak boleh iri, karena ini kerja sosial. Kita landasi untuk ibadah juga,” beber Arif yang juga mengasuh ratusan anak yatim piatu di Sidoarjo, Jawa Timur.

Seluruh Lansia yang masuk Pusat Perawatan, tidak di pungut biaya. Rekam jejak lansia yang ia rawat, terang Arif, sebagian bahkan tidak diketahui dari mana asal usul dan siapa keluarganya.

“Ada juga Lansia disini yang asal usulnya, seorang pengusaha kaya raya. Bos lah, seluruh tenaga medis di Malang bahkan kenal. Namun mungkin ada persoalan keluarga, sehingga terlantar dan kita rawat, karena memang sakit stroke. Ini bos beneran, ada rekam jejak digitalnya di media sosial, orang kaya dia,” tutur Arif yang mantan Jurnalis ini.

Jika ditotal, satu Lansia yang ia rawat, membutuhkan dana satu juta rupiah. Sehingga, lanjut Arif, kebutuhan operasional di Graha Lansia Husnul Khotimah ini, mencapai Rp 60 juta lebih.

“Kalau biaya operasional keseluruhan setiap bulannya, ya sekitar Rp 60 jutaan lah. Alhamdulillah ada aja rejeki, kadang kita dapat bantuan beras berapa ton. Kita barter, kita punya apa, kita tukar,” ujarnya. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar