Peristiwa

GMNI Sumenep Tuntut Polres Usut Tuntas Kasus Dugaan Beras Oplosan BPNT

Sumenep (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam GMNI Sumenep berunjuk rasa ke Polres setempat. Mereka mendesak agar kasus dugaan beras oplosan untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) segera diusut tuntas.

“Kami minta Polres mengusut tuntas kasus dugaan pengoplosan beras BPNT. Oknum-oknum pengoplos beras yang bekerja sama dengan e warung harus diusut,” kata Korlap Aksi, Februandi R. Akbar, Jumat (13/03/2020).

Menurutnya, Polres terkesan lambat dalam menangani kasus beras oplosan tersebut. Padahal ulah oknum itu sudah merugikan rakyat. “Polres Sumenep harus mempercepat proses penyelidikan dan penyidikan terhadap oknum-oknum yang terlibat pengoplosan beras,” ujarnya.

Sementara Wakapolres Sumenep, Kompol Andi Febrianto Ali berterimakasih terhadap mahasiswa yang telah melakukan kontrol terhadap penyidikan kasus-kasus yang ditangani Polres.

Sedangkan untuk kasus dugaan beras oplosan, menurut Andi, perlu ada pengkajian dan pemeriksaan saksi ahli, mengingat kasus itu adalah kasus khusus.

“Kami masih mendatangkan saksi ahli. Kami juga harus menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel beras yang diduga oplosan itu. Karena itu, kami menggunakan dua undang-undang yakni UU pangan dan perlindungan konsumen,” terangnya. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar