Iklan Banner Sukun
Peristiwa

GMNI Berunjuk Rasa Tolak Tambang dan Tambak di Paseban Jember

Jember (beritajatim.com) – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berunjuk rasa di depan gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Rabu (29/9/2021). Mereka menolak eksploitasi alam di kawasan pantai Desa Paseban, Kecamatan Kencong.

Dalam pernyataan tertulisnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang GMNI Jember Dynno Suryandoni menolak segala bentuk aktivitas yang bnerpotensi merusak lingkungan dan mengganggu kondusivitas masyarakat di kawasan pesisir Desa Paseban, Kecamatan Kencong.

“Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Jember dan DPRD Jember untuk menyatakan penolakan terkait rencana pertambangan pasir besi dan pertambakan udang air payau di kawasan pesisir Desa Paseban,” kata Dyno.

GMNI mendesak Bupati Hendy Siswanto untuk menolak rencana pertambangan pasir besi dengan mengirim surat ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. GMNI ingin agar rencana pertambangan tersebut ditinjau ulang dan izin usaha pertambangan operasi produksi dibatalkan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Jember untuk berjuang bersama menolak rencana pertambangan pasir besi dan pertambakan udang air payau di kawasan pesisir Desa Paseban,” kata Dyno.

Sebelumnya, dalam beberapa kali kesempatan, Bupati Hendy Siswanto sudah menegaskan sikap untuk menolak tambang pasir besi di Paseban. “Menurut saya, pasir besi kalau dieksplorasi kurang menarik. Kenapa tidak mengambil hasil laut saja. Hasil laut ini dikirimkan Gusti Allah. Ini istimewa. Kalau tanah pasir yang diambil kan tidak serta merta tanah itu datang lagi. Kalau terlalu dalam, jadi joglangan juga,” katanya beberapa waktu lalu.

Hendy saat ini juga tengah menertibkan tambak-tambak yang berada di bibir atau sempadan pantai. Para pengusaha tambak yang melanggar aturan itu diberi waktu empat bulan sejak September untuk membongkar tambak dan meninggalkan sempadan pantai. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar