Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Gigi Palsu Ungkap Identitas Mayat Membusuk Sumenep

Keluarga korban saat mengambil jenazah di RSUD Sumenep (foto : Humas Polres Sumenep)

Sumenep (beritajatim.com) – Identitas mayat laki-laki yang ditemukan di perairan Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep akhirnya terkuak.

Mayat laki-laki itu diketahui bernama Abdurrahman (58), warga Desa Ketupat, Kecamatan/ Pulau Raas, Kabupaten Sumenep. Nelayan ini dinyatakan hilang sejak 9 Mei 2022.

“Versi keluarga korban, korban pamit memancing sendirian, menggunakan perahu klothok pada 9 Mei 2022 pagi. Setelah itu, korban tidak pernah pulang ke rumahnya,” terang Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Selasa (17/05/2022).

Keluarga korban meyakini bahwa mayat yang ditemukan itu adalah Abdurrahman, berdasarkan ciri-ciri yang diungkap aparat kepolisian. Di antaranya, baju yang dikenakan yakni warna merah lengan panjang pada saku kiri warna biru dongker bertuliskan Opak 2014 (orientasi pengenalan akademik dan kampus).

Mayat membusuk tanpa identitas ditemukan di perairan Desa Tanjung

“Selain itu, ciri-ciri khas yang membuat korban yakin adalah gigi palsu di bagian atas. Ciri-ciri itu membuat istri dan anak korban yakin jika korban adalah Abdurrahman,” ungkap Widiarti.

Selanjutnya jenazah dibawa pulang ke Pulau Raas untuk dikebumikan. Keluarga keberatan jenazah korban diotopsi, dan memilih segera memakamkan korban di kampung halamannya. “Keluarga korban meyakini, meninggalnya Abdurrahman akibat celaka sendiri yakni tenggelam saat mancing, bukan karena tindak pidana,” papar Widiarti.

Sebelumnya, warga Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi menemukan sesosok mayat tanpa identitas di pinggir pantai. Mayat itu ditemukan di sekitar area pembudidayaan rumput laut yg terbuat dari bambu (ancak : Bahasa Madura). Mayat tersebut ditemukan sekitar 20 km dari bibir pantai.

Saat ditemukan, posisi mayat tertelungkup dengan kondisi kulit kepala dan badan sampai kaki terkelupas, kemudian daging pada jari tangan dan betis terkelupas hingga tulang kelihatan. Akibatnya, mayat tidak bisa diambil sidik jarinya. Mayat laki-laki itu pun di evakuasi ke RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep guna dimintakan visum et repertum. [tem/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar