Peristiwa

Gempa Sumenep, 7 Bangunan Rusak Berat

Sumenep (beritajatim.com) – Gempa tektonik yang mengguncang Sumenep pada Selasa (02/04/2019), menyebabkan sedikitnya 7 bangunan di Desa Kropoh, Kecamatan/ Pulau Raas, rusak berat.

“Data sementara di lapangan, 7 bangunan yang rusak berat itu semuanya di Desa Kropoh. 6 rumah warga dan 1 mushalla,” kata Camat Raas, Didik Wahyudi.

Tujuh rumah yang rusak berat itu masing-masing milik Muhni (60), B. Nisa (50), Watik (35), Muhayaran (55), Surawi (34), dan Mariyam (50). Sebagian besar mengalami kerusakan parah pada tembok dan atap rumah. Selain itu, yang juga mengalamai kerusakan berat adalah Mushalla Al Falah di Dusun/ Desa Kropoh.

“Untuk taksiran kerugian material akibat bencana gempa itu masih dalam peghitungan,” terang Didik.

Selain kerusakan bangunan, gempa bumi di Sumenep juga menyebabkan salah satu siswa SMA Al Fanisa, yakni Faisal (sebelumnya disebut Imron: red), Desa Brakas, mengalami luka pada kaki akibat kejatuhan keramik yang lepas dari tembok.

“Siswa ini sudah dibawa ke Puskesmas untuk menjalani pengobatan luka di kakinya,” ujarnya.

Berdasarkan rilis BMKG, gempa bumi yang mengguncang Sumenep berkekuatan. Magnitudo 5,0, yang kemudian dimutakhirkan menjadi Magnitudo 4,9. Episenter gempabumi di laut jarak 83 km arah tenggara Sumenep, dengan kedalaman 5 km.

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Pulau Sepudi, Raas, Situbondo, Banyuwangi, dan Denpasar. Hingga jam 08.46, sudah terjadi dua kali gempa susulan berkekuatan M=3,0 dan M=3,6. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar