Peristiwa

Gempa Sumenep, Satu Siswa Peserta UNBK Terluka

Sumenep (beritajatim.com) – Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sumenep menimbulkan satu korban luka. Salah satu siswa SMA Al-Fanisa, Desa Brakas, Kecamatan/ Pulau Raas, kakinya terluka.

Menurut keterangan warga setempat, Suliyadi, siswa yang terluka itu bernama Imran. Saat gempa terjadi, ia bersama teman-temannya tengah mengerjakan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Tiba-tiba terasa getaran hebat, yang menyebabkan eternit kelas berjatuhan, dinding retak, dan sebagian keramik di dinding terlepas.

“Siswa tentu saja panik dan lari keluar keras. Nah, saat Imron ini berlari, ia tersandung reruntuhan keramik hingga kakinya terluka,” terang Suliyadi.

Imron kemudian dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan luka di kakinya.

“Alhamdulillah hanya luka kecil. Selain itu tidak ada korban. Hanya atap sekolah dan beberapa bangunan lain, termasuk dinding rumah warga, banyak yang retak,” ungkapnya.

Berdasarkan rilis BMKG, gempa bumi yang mengguncang Sumenep berkekuatan Magnitudo 5,0, yang kemudian dimutakhirkan menjadi Magnitudo 4,9. Episenter gempabumi di laut jarak 83 km arah tenggara Sumenep, dengan kedalaman 5 km.

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Pulau Sepudi, Raas, Situbondo, Banyuwangi, dan Denpasar. Hingga jam 08.46, sudah terjadi dua kali gempa susulan berkekuatan M=3,0 dan M=3,6.  [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar