Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Gempa di China Tewaskan 74 Orang, Keadaan Diperparah Karena Lockdown Covid-19

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatum.com) – Korban tewas dalam gempa bumi minggu ini di Cina barat telah melonjak menjadi 74 orang dengan 26 lainnya masih dinyatakan menghilang.

Melansir AP, pemerintah China melaporkan pada Rabu (07/09), bahwa situasi darurat gempa ini dilanjutkan dengan pelaksanaan Lockdown mengikuti protokol Covid-19 yang sedang meningkat. Hal ini membuat masyarakat yang berada di kawasan rawan gempa susulan merasa frustasi karena tidak bisa keluar rumah.

Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter yang terjadi tepat setelah Senin siang di provinsi Sichuan, China menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah di Daerah Otonomi Tibet Ganze. Gempa ini juga mengguncang gedung-gedung di ibu kota provinsi Chengdu, yang mana 21 juta warganya berada di bawah Lockdown ketat protokol Covid-19.


Setelah gempa, polisi dan petugas kesehatan yang berwenang tidak mengizinkan penghuni gedung apartemen yang cemas karena kondisi gempa untuk keluar. Hal ini dilaporkan menambah kemarahan masyarakat atas “kebijakan nol-COVID” yang ketat oleh pemerintah China. Termasuk kebijakan karantina, dan pembatasan lainnya, bahkan ketika sebagian besar dunia telah selesai dari pembatasan Covid-19.

Melansir Reuters, di situs online, termasuk Weibo terdapat rekaman yang beredar menunjukkan penduduk pusat kota Wuhan, meminta untuk pemerintah China segera mencabut kebijakan Lockdown di depan polisi.

Menurut data yang berasal dari media China, 65 juta orang China yang tersebar di 33 kota, termasuk tujuh ibu kota provinsi, saat ini berada di bawah berbagai tingkat Lockdown. Pemerintah China juga melarang perjalanan domestik selama Festival Pertengahan Musim Gugur pada hari Sabtu dan Hari Libur Nasional selama seminggu pada awal pada bulan Oktober.

Gempa pada hari Senin berpusat di daerah pegunungan di kabupaten Luding, yang terletak di tepi Dataran Tinggi Tibet sekitar 200 kilometer (125 mil) dari kota Chengdu, di mana lempeng tektonik saling bergesekan.

Gempa kali ini adalah yang paling mematikan di China dalam beberapa tahun terakhir setelah gempa berkekuatan 7,9 skala Richter pada tahun 2008 yang menewaskan hampir 90.000 orang di Sichuan. Gempa tersebut menghancurkan kota-kota, sekolah-sekolah dan rumah-rumah di pedesaan di luar daerah Chengdu. Akibat gempa ini pembangunan kembali infrastruktur dilakukan selama bertahun-tahun. (Kai/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar