Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Gema Boyo Aksi Dukung Kenaikan Harga BBM, Apa Alasannya?

Surabaya (beritajatim.com) – Hampir seluruh elemen masyarakat menolak kenaikan harga BBM. Begitu juga partai politik ikut menyuarakan penolakan. Tapi tidak dengan puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Suroboyo (Gema Boyo).

Mereka turun jalan melakukan aksi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya dan mendukung kenaikan harga BBM. Apa alasannya?

“Kami dari Gema Boyo, Gerakan Masyarakat Suroboyo mendukung pemerintah untuk kenaikan harga BBM ini, agar bantuan yang seharusnya diberikan kepada rakyat kecil, tidak dinikmati kalangan menengah ke atas. Kami datang ke sini tidak hanya mendukung kenaikan harga BBM, tapi juga meminta pemerintah segera operasi pasar. Ini agar kenaikan harga BBM tidak disertai harga bahan pokok yang lain,” tegas Koordinator Aksi, Tri Yudi Effendi, Senin (12/9/2022).


“Selain itu, kami juga mengawal BLT agar tepat sasaran. Ini agar tidak dinikmati orang-orang yang dekat kekuasaan, sehingga BLT benar-benar diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan,” imbuhnya.

Dari selebaran pernyataan sikap yang dibagikan, Gerakan Masyarakat Suroboyo (Gema Boyo) menyatakan:

1. Patut disyukuri bahwa NKRI tidak kolaps dan inflasi masih taraf wajar pasca pandemi Covid-19.

2. Mendukung Pemerintah menaikkan harga BBM.

3. Melakukan pengawasan penyaluran BLT dari pemerintah agar tepat sasaran.

4. Menyarankan kepada pemerintah agar segera melakukan operasi pasar untuk memutus rantai spekulan yang memanfaatkan situasi kenaikan harga BBM.

5. Agar Pemerintah Daerah membuat Perda untuk melindungi rakyat kecil.

“Melalui pernyataan sikap Gema Boyo ini, kami berharap agar masyarakat memahami kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah dalam menaikkan harga BBM, demi terciptanya situasi Negara Indonesia yang aman dan damai,” pungkasnya. (tok/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar