Peristiwa

Geger Pendaki Hilang di Semeru, Dzikra Ternyata Sudah Turun

Lumajang (beritajatim.com) – Dzikra Ramdhani (16) seorang pendaki Gunung Semeru asal Jl. Kopri RT 12 RW 03 Kota Bengkulu dikabar hilang oleh ibunya di media sosial facebook dengan akun Noni Chacha. Ternyata, sang anak sudah turun dari pendakian gunung tertinggi di pulau Jawa tanggal 3 Juli 2019.

Informasi dihimpun beritajatim.com, kabar hilangan seorang pendaki di Semeru disampaikan oleh ibunya, Noni melalui media sosial. Kemudian menyebar di sejumlah grup facebook hingga ke jurnalis.

Dari keterangan Noni, anaknya tidak bisa dihubungi sejak Jumat (28/6/2019). Ketika dihubungi via ponselnya mati dan tidak ada kabar.

Saat dicek pos pendakian gunung Semeru di Desa Ranu Pane Kecamatan Senduro Lumajang. Dari keterangan khusus pendaki, Dzikra mendaki ke Semeru sejak tanggal 30 Juni 2019 dan berakhir 3 Juli 2019.

“Surat keterangan ada di kami dan tanda pengenal sang pendaki sudah kita berikan. Berarti sudah turun,” kata Lintang Anggraeni, Kasi TNBTS II Wilayah Senduro saat dihubungi beritajatim.com.

Masih kata, para pendaki Semeru diwajibkan daftar online dan saat meregistrasi harus memiliki surat keterangan sehat H-1. “Jadi pendaki dicek dahulu oleh petugas, baik kelengkapan adminitrasi dan pendakian,” paparnya.

TNBTS mengaku sering mendapat laporan hoaks dari keluarga pendaki anak, karena tidak menghubungi via ponsel.

“Di gunung memang sulit untuk kontak handphone lantaran sinyal tidak ada,” pungkasnya.

Petugas TNBTS memastikan Dzikra sudah tiba di Ranu Pane dan pulang. Mengenai keluarga tidak bisa menghubungi diduga, ponsel anaknya sedang tidak ada baterai atau sesuatu hal lainya. [har/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar