Peristiwa

Meriahkan Nisfu Sya'ban dam Sambut Ramadan

Gebyar Shalawat Ala Laskar Shalawat Nusantara

Pamekasan (beritajatim.com)Laskar Shalawat Nusantara Madura, menggelar kegiatan Gebyar Shalawat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dalam rangka memeriahkan Nisfu Sya’ban sekaligus menyambut Ramadan 1442 Hijriyah.

Kagiatan yang melibatkan para pemuda Karang Taruna Desa Tambung, Kecamatan Pademawu, digelar di Balai Desa Tambung, Pademawu, Selasa (30/3/2021) malam. Dihadiri Korwil Madura Laskar Shalawat Nusantara, Syairofi dan kelompok kepemudaan lainnya. Seperti Rijalul Ansor dan forum kepemudaan Desa Tambung.

Selain itu, gebyar tersebut juga dimeriahkan Musik Daul Raden Mas Cellheng (RMC), Jam’iyah Al-Banjari RMC serta Musik Jalsah MDS Rijalul Ansor dan beberapa komunitas seni dan budaya lainnya di Pamekasan.

“Gebyar Shalawat ini sengaja kami gelar dalam rangka memeriahkan Nisfu Sya’ban, sekaligus menyambut bulan suci Ramadan 1442 Hijriyah. Tidak kalah penting juga sebagai upaya melestarikan tradisi konah (lawas),” kata Ketua Laskar Shalawat Nusantara, RPA Wazirul Jihad, Rabu (31/3/2021).

Gebyar tersebut sengaja dilakukan sebagai upaya melestarikan tradisi positif yang dilakukan masyarakat Madura, khususnya dalam rangka memeriahkan Nisfu Sya’ban. “Jadi ini merupakan tradisi konah, yaitu permohonan di bulan Sya’ban. Hal ini merupakan tradisi positif yang harus selalu kita lestarikan,” ungkapnya.

“Secara prinsip kami masih berpegang pada kaidah; al-muhafadatu ‘ala qadim al-shalih wa al-ahdu bi al-jadid al-aslah, yakni melestarikan tradisi lama yang positif dan melakukan pembaharuan untuk perbaikan,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua PC Lesbumi NU Pamekasan.

Bersamaan dengan momentum tersebut, gebyar shalawat juga digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir alias Harlah Ke-69 PERGUNU. Sehingga pihaknya juga melibatkan pengurus untuk melantunkan shalawat bersama.

“Harapannya semoga kita senantiasa mendapatkan limpahan syafaat dari Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, salah satunya mendekatkan diri melalui lantunan shalawat Nabi secara berjemaah. Tidak kalah penting untuk selalu melestarikan tradisi lama,” pungkasnya. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar