Peristiwa

Kehilangan Hak Suara

Gawat! Jelang Konferwil Ansor Jatim, Banyak SK Pengurus Mati

Kediri (beritajatim.com) – Menjelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, panitia dibayangi oleh banyaknya Surat Keputusan (SK) bagi pengurus yang masanya telah berakhir. Akibatnya, mereka yang terganjal persyaratan administrasi, sehingga terancam kehilangan hak pilihnya.

“Kami sangat menyayangkan kepada panitia Konferwil, khususnya karena banyak SK pengurus yang mati dan tidak bisa mendapatkan suara. Temuan kami, kurang lebih 126 pengurus termasuk Kediri dan Blitar yang kehilangan hak pilih karena SK mereka mati,” ujar Taufiq Dwi Kusuma, salah satu pengurus PC GP Ansor Kabupaten Kediri, Jumat (26/7/2019).

Menurut Taufiq, dari temuan 126 pengurus yang memegang SK mati tersebut, kebanyakan berasal dari Blitar. Sementara khusus wilayah Kabupaten Kediri, dari 26 PAC dan PC GP Ansor, hanya enam orang yang SK-nya masih berlaku. Sementara tiga lainnya, kini dalam proses pengajuan perpanjangan.

Dengan banyaknya SK pengurus yang mati dan terancam kehilangan hak pilih tersebut, menurut Taufiq, Konferwil tahun 2019 ini kurang memenuhi legitimasi bagi para sahabat Ansor. Dirinya berharap, panitia dapat menunda pelaksanaan Konferwil agar persiapan panitia lebih matang. Sehingga, panitia dapat mengakomodir hak suara dari seluruh pengurus.

“Harapan saya, mohon konferwil ini ditunda lagi. Tujuannya agar semua PAC dan PC yang SK-nya mati bisa dibenahi dulu, yang kemudian mendapatkan hak suara di dalam Konferwil,” pintanya.

Menurut Taufiq, ada banyak faktor penyebab SK-kepengurusan tersebut mati. Dia mencontohkan seperti, di Kabupaten Kediri, karena masa pereodesasi kepengurusan PC GP Ansor Kabupaten Kediri, Munasir Huda sudah habis, akhirnya SK-pengurus terkatung katung dan mati.

“Kalau mengacu PD/PRT (Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga) pengurus yang mempunyai hak suara adalah Ketua PAC (Ansor tingkat Kecamatan) dan Ketua PC (Ansor tingkat kabupaten/kota). Tidak kemudian pilih kasih, yang mati (SK kepengurusannya) tidak bisa memilih,” tandasnya.

Di Kabupaten Kediri, imbuh Taufiq dapat dipastikan sebanyak 17 PAC ditambah dengan 1 orang pengurus PC yang bakal kehilangan hak suara. Tetapi berdasarkan keputusan bersama dalam pertemuan, meskipun SK kepengurusannya mati, namun mereka akan tetap berangkat.

“Kami bersama sahabat lain, akan membuat rakorwil berkaitan dengan PC-yang SK-nya mati. Tujuannya untuk menuntut SK yang mati, bisa diakomodir suaranya,” tutupnya.

Untuk diketahui, gelaran Konferwil Ansor Jatim akan diselenggarakan pada 28 Juli mendatang, bertempat di Ponpes Sabilurrasyad Malang, yang merupakan pesantren yang dikelola oleh KH Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim. [nng/suf]

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar