Peristiwa

Gas Rumah Kaca di Indonesia 2,8 Juta Giga Ton

Jember (beritajatim.com) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) memprediksi Gas Rumah Kaca (GRK) pada 2030 akan mencapai 2,8 juta giga ton di Indonesia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) berusaha keras menurunkan jumlah angka GRK yang dihasilkan oleh Indonesia ini hingga berkurang sebanyak 29 persen. Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Ruandha Agung Sugardiman mengatakan, prngurangan produksi GRK ditargetkan diperoleh dari sektor kehutanan sebanyak 17,2 persen dan sektor energi sebanyak 11 persen.

“Sementara sisanya merupakan pengurangan GRK dari sektor lain semisal sektor pertanian, limbah dan industri,” kata Ruandha, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (20/7/2019).

Komitmen ini sesuai dengan kesepakatan Paris Agreement yang telah ditandatangani oleh pemerintah RI di markas besar PBB tahun 2016 lalu. Pengurangan GRK oleh semua negara di dunia sesuai arahan PBB dan diharapkan mampu mengerem kenaikan suhu dunia hingga hanya berkisar pada 1,5 derajat celcius saja.

“Sebab jika sudah melampaui angka tersebut, maka akan banyak negara yang terkena dampaknya, termasuk Indonesia yang merupakan negara tropis sekaligus negara kepulauan,” ujar Ruandha, dalam kegiatan kuliah umum bertema Tantangan Perubahan Iklim Masa Depan: Menstimulasi Upaya Aksi Mitigasi dan Adaptasi Masyarakat yang Cepat Tanggap terhadap Perubahan Iklim, yang digelar di aula lantai tiga gedung rektorat dr. R. Achmad, Jumat (19/7/2019).

Sementara di sektor energi, pemerintah bertekad melaksanakan efisiensi di pemanfaatan energi, penggunaan teknologi batu bara bersih, dan kewajiban penggunaan bahan bakar nabati sebanyak 30 persen di sektor transportasi. Selain itu akan ada penambahan jaringan dan stasiun pengisian bahan bakar gas, serta yang terbaru kebijakan mobil listrik. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar