Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Gara-gara Konten Tiktok, Dua Sekolah SMK di Surabaya Tawuran

Kedua korban saat dirawat tim PMI.

Surabaya (beritajatim.com)  – Gegara saling ejek di media sosial, 25 siswa dari dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Surabaya tawuran di sekitar Jalan Upa Jiwa, Ngagel, Kamis (22/09/2022) tadi malam.

Dari keterangan yang dihimpun beritajatim.com, Aksi tersebut diawali dengan saling ejek di media sosial (medsos) Tiktok.

Kapolsek Wonokromo Polrestabes Surabaya Kompol Riki Donaire Piliang mengatakan, baru mengetahui adanya tawuran sekitar pukul 23.00 WIB. Sejumlah petugas pun langsung menerjunkan ke lokasi.

“Benar adanya tawuran (pelajar) dua sekolah. Saat ini mereka masih berada di Polsek Wonokromo,” kata Riki, Jumat, (23/09/2022).

Atas peristiwa tersebut, kata Riki, ada sekitar 25 siswa dari dua sekolah berbeda diamankan aparat kepolisian. Selain itu, ada dua korban yang mengalami tindakan pengeroyokan hingga luka-luka. Kedua korban tersebut adalah RKP (17) warga Ploso, Tambaksari dan MIF (17) warga Waru, Sidoarjo.

“Saat ini tidak ada barang bukti sajam (senjata tajam). Kami mengamankan sekitar 25 orang,“ jelasnya.

Riki mengungkapkan, tawuran tersebut berawal ketika salah satu kelompok mengejek sekolah lain melalui Tiktok. Kemudian, pihak yang dijadikan bahan becanda tidak terima dan mencari sekolah itu.

“Sekolah yang merasa dijelekan dari unggahan medsos, berupaya untuk bertemu sekolah yang membuat (konten) medsos tersebut,” ucapnya.

kedua kelompok dari sekolah yang berbeda itu langsung bentrok saat bertemu di Jalan Upa Jiwa. Mereka sepakat menyelesaikan permasalahan itu dengan tawuran.

Lebih lanjut, Polsek Wonokromo sendiri telah memanggil pihak sekolah dan orang tua pelaku tawuran tersebut. Hal ini sebagai peringatan agar peristiwa serupa tak terulang kembali kedepanya.

“Saat ini masih kita lakukan mediasi, pemeriksaan awal terkait kejadian, maupun memanggil kedua orang tua dan pihak sekolah. Kedepan mungkin kita akan lakukan wajib lapor,” ujar dia.

Riki juga berpesan agar para siswa tidak mudah terprovokasi dengan setiap unggahan di medsos. Ia juga meminta agar murid fokus belajar dari pada emosi dan menggelar tawuran dengan sekolah lain. (ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev